“Kami menunggu rekomendasi tertulis. Nantinya itu menjadi rujukan pimpinan dalam mengambil kebijakan,” ujar Edi saat dihubungi SuaraJawaTengah.id.
Akhir tahun kemarin, Pemerintah Kabupaten Magelang memperpanjang status tanggap darurat bencana Gunung Merapi. Perpanjangan status berlaku 1-15 Januari 2021.
Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengatakan, perpanjangan status tanggap darurat mengikuti rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
“Soal tanggap darurat itu mengingat dan mempertimbangkan rekomendasi dari BPPTKG. Sampai saat ini belum ada perubahan (status siaga),” kata Zaenal Arifin.
Baca Juga:Merapi Muntahkan Lava Pijar dengan Jarak Luncur 400 Meter ke Kali Krasak
Sejak status kebencanaan Merapi dinaikan menjadi siaga (level III), Pemkab Magelang melakukan langkah-langkah antisipasi. Salah satunya mengungsikan warga yang berada di wilayah rawan bencana.
BPPTKG memprediksi tipe kebencanaan yang mungkin terjadi saat ini. Berdasarkan prediksi tersebut, BPPTKG merekomendasikan mengungsikan warga yang tinggal di Desa Krinjing, Paten, dan Ngargomulyo yang masuk dalam wilayah Kecamatan Dukun, Magelang.
Ratusan warga saat ini bertahan di sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Mertoyudan, Muntilan, dan Mungkid.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Baca Juga:Muncul Awan Caping Saat Merapi Muntahkan Lava Pijar, Ini Kata BMKG