alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Banjir Landa Kota Pekalongan, Ribuan Warga Terdampak

Budi Arista Romadhoni Selasa, 19 Januari 2021 | 16:38 WIB

Banjir Landa Kota Pekalongan, Ribuan Warga Terdampak
Warga yang terdampak banjir mengungsi di Gedung Serbagunaā€ˇ Kelurahan Sampangan, Kecamatan Pekalongan Timur, Selasa (19/1/2021). (Dok. Dinkominfo Kota Pekalongan)

Banjir terjadi di 14 kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan Barat dan Pekalongan Timur

SuaraJawaTengah.id - ‎Banjir akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai melanda 14 kelurahan di Kota Pekalongan, Selasa (19/1/2021). Ribuan keluarga terdampak.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi pada Senin malam (18/1/2021). Banjir merendam ribuan rumah warga dengan ketinggian 60 hingga 80 sentimeter.

Wilayah yang terparah dilanda banjir yakni Kecamatan Pekalongan Timur meliputi Kelurahan Sampangan, Krapyak, Pesindon dan Klego‎.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Saminta mengatakan, banjir terjadi di 14 kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan Barat dan Pekalongan Timur‎.

Baca Juga: Awas Cuaca Ekstrem, Jawa Tengah Termasuk Daerah Berpotensi Terjadi Banjir

"Jumlah yang terdampak sekitar 3.000 kepala keluarga di 14 kelurahan," kata Saminta saat dihubungi, Selasa (19/1/2021).

‎Saminta mengungkapkan, terdapat sekitar 100 warga yang mengungsi di dua tempat pengungsian, yakni di Gedung Serbaguna Kelurahan Sampangan, Kecamatan Pekalongan Timur dan Gedung Aman Jiba Kelurahan Klego, Kecamatan Pekalongan Timur.

‎"Ada juga warga yang mengungsi sebentar di rumah tetangganya. Mereka tidak mau dievakuasi ke tempat pengungsin yang sudah disiapkan," ujarnya.

‎Menurut Saminta, banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi, rob, serta luapan anak sungai Loji. "Tidak ada tanggul yang rusak, cuma ada air sungai yang limpas," ucapnya.

Saminta mengatakan, selain mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir, pihaknya juga sudah menyalurkan bantuan logistik untuk warga yang terdampak. 

Baca Juga: Kisah Sunardi, Warga Sragen Ini Sendirian Singkirkan Sampah Nyangkut Sungai

"Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan kepada warga yang kurang sehat, kemudian dapur umum juga ada," imbuhnya.

Saminta menambahkan, penerapan protokol kesehatan tetap diupayakan di tempat pengungsian untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

“Warga yang mengungsi diberikan masker, tempat tidur juga diatur jaraknya. Kalau nanti tidak hujan dan kondisi rumahnya sudah memungkinkan warga yang mengungsi bisa pulang ke rumah masing-masing," ujar dia.

Kontributor : F Firdaus

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait