Tekan Penyebaran Covid-19, Gibran Ungkap Penggunaan Thermogun Tidak Efektif

"Saya pernah sampaikan yang namanya thermogun itu tidak efektif."

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 21 Januari 2021 | 10:06 WIB
Tekan Penyebaran Covid-19, Gibran Ungkap Penggunaan Thermogun Tidak Efektif
Ilustrasi thermogun

SuaraJawaTengah.id - Sering kita temukan Thermogun atau non-contact infrared thermometer (NCIT) menjadi alat yang digunakan untuk memeriksa suhu tubuh pengunjung di tempat umum. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, dengan mendeteksi suhu tubuh manusia. 

Namun demikian, Wali Kota Solo terpilih Gibran Rakabuming Raka menyebut alat Thermogun tidak efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

Padahal, sejauh ini alat itu biasa diarahkan ke dahi serta ke punggung atau pergelangan tangan. Warga atau pengunjung bakal tidak diperbolehkan masuk bila suhu tubuh yang terukur mencapai 37 derajat Celcius atau lebih.

Putra sulung Presiden Jokowi itu mengusulkan penggunaan alat lain yaitu thermal camera yang menurutnya lebih efektif. Namun ia mengakui harga thermal camera lebih mahal daripada thermogun.

Baca Juga:Gibran Sebut Thermogun Tak Efektif Cegah Covid-19, Kok Bisa?

"Saya pernah sampaikan yang namanya thermogun itu tidak efektif. Sudah sering saya bilang itu. Saya sedang carikan solusi lain," kata Gibran dilansir dari Solopos.com--jaringan Suara.com, Rabu (20/1/2021).

Studi oleh Johns Hopkins Medicine dan University of Maryland School of Medicine juga pernah membuat penemuan yang mengejutkan.

Ternyata pemeriksaan suhu saat dilakukan dengan termometer non kontak bukanlah strategi yang efektif untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merilis pedoman untuk menentukan apakah mereka perlu mencari pertolongan medis untuk gejala yang menunjukkan infeksi SARS-CoV-2, dengan pemeriksaan suhu.

Menurut pedoman mereka, seorang disebut demam apabila thermo gun di dekat dahi menunjukkan 38 derajat celsius untuk pengaturan non-perawatan kesehatan dan lebih besar dari 38 derajat cesius untuk yang tengah dalam perawatan.

Baca Juga:Gara-gara Ini, Penetapan Gibran Sebagai Wali Kota Solo Bisa Ditunda

Seorang penulis studi, William Wright berkata, “Bacaan yang diperoleh dengan NCIT dipengaruhi oleh banyak variabel manusia, lingkungan dan peralatan, yang semuanya dapat mempengaruhi keakuratan, reproduktifitas dan hubungannya dengan ukuran yang paling dekat dengan apa yang dapat disebut suhu tubuh atau suhu inti, atau suhu darah di vena paru. "

Namun, satu-satunya cara untuk mengukur suhu inti secara andal membutuhkan kateterisasi arteri pulmonalis, yang tidak aman dan tidak praktis sebagai tes skrining.

"Pada 23 Februari 2020, lebih dari 46.000 pelancong diperiksa dengan NCIT (thermo gun) di bandara AS, dan hanya satu orang yang diidentifikasi menderita SARS-CoV-2," kata Wright dilansir dari Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak