Untuk tarif, dia tak mematok harga khusus. Dia hanya memperhitungkan jarak dan berat muatan yang ada dimuat di becaknya. Semakin jauh jaraknya, maka biaayanya akan semakin mahal.
"Ya cuma memperhitunghkan jarak saja dan berat muatan saja," imbuhnya.
Hal yang sama juga dialami Muzamil. Selama banjir di Klaigawe dia mendapatkan banyak pesanan. Bahkan dia juga sempat kuwalahan lantaran banyaknya pesanan.
"Biasanya itu sampai malam saya. Kebanyakan ngantar gas dan galon," paparnya.
Baca Juga:Tinjau Korban Banjir di Semarang, Mensos Risma Pastikan Logistik Terpenuhi
Meski banjir kali ini dia mendapatkan banyak rejeki, dia berharap agar banjir segera surut. Apalagi, dia juga punya keluarga di daerah banjir (Kaligawe).
"Banyak keluarga saya yang di sana, semoga banjir segera berakhir," ujarnya.
Kontributor : Dafi Yusuf