Awas Kualat! Mitos Angker Sukses Merawat Alam di Desa Margoyoso Magelang

Mempertahankan cerita mitos angker, desa di magelang ini sukses menjaga alam agar tetap lestari

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 11 Februari 2021 | 14:15 WIB
Awas Kualat! Mitos Angker Sukses Merawat Alam di Desa Margoyoso Magelang
Pemerintah Desa Margoyoso memelihara mitos pohon besar yang angker. Kegiatan tanam pohon kini digiatkan untuk menjaga ketersediaan cadangan air. [Dok. Pemerintah Desa Margoyoso]

“Salah satu syarat pernikahan diantaranya calon mempelai menyumbangkan bibit tanaman. Tanaman konservasi atau buah yang dikumpulkan di bank pohon. Suatu saat kita akan gunakan untuk penghijauan, tinggal mengambil di bank pohon itu,” kata Zarkoni, Satgas Pro Iklim Desa Margoyoso.

Menurut Kepala Desa Margoyoso, Adi Daya Perdana, terdapat sedikitnya 88 mata air di wilayahnya yang sudah terdata. Mata air itu terdapat di blok Silumut yang berbatasan dengan Desa Kalijambe yang masuk wilayah Kabupaten Purworejo.

Warga Kalijambe ikut menarik air dari blok Silumut menggunakan pompa yang dialirkan melalui pipa PVC. Sekitar 250 kepala keluarga warga Desa Kalijambe memanfaatkan sumber air tersebut.

“Dulu tiap musim kemarau pasti kami meminta droping air dari BPBD. Tapi alhamdulillah mulai tahun 2018 kami sudah tidak bergantung pada droping air lagi. Sudah ada PAM swadaya masyarakat yang bisa mencukupi warga di semua dusun di Desa Margoyoso.”

Baca Juga:Cuaca Ekstrem, BMKG: Wilayah Jawa Tengah Bagian Selatan Diminta Waspada

Kepala Desa berharap kesadaran masyarakat terkait penghijauan terus tumbuh. Menjaga pohon-pohon besar berarti juga menjamin keberadaan mata air yang dapat dinikmati terus hingga ke anak cucu.

“Kelestarian alam tidak hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Ini kita pikirkan bukan satu atau dua  hari kedepan, tapi untuk anak cucu kita,” kata Adi Daya.

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini