alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hati-hati, Jalan Desa di Rahtawu Kudus Tertutup Longsoran Tanah

Siswanto Rabu, 24 Februari 2021 | 07:31 WIB

Hati-hati, Jalan Desa di Rahtawu Kudus Tertutup Longsoran Tanah
Sejumlah relawan BPBD Kudus bersama warga berupaya memecah batu berukuran besar yang menutup jalan di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (12/2/2020). (ANTARA/HO-Relawan BPBD Kudus)

Warga bergotong-royong untuk membersihkan jalan dari material longsor.

SuaraJawaTengah.id - Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengakibatkan jalan desa tertutup longsoran tanah sehingga tidak bisa dilalui kendaraan bermotor pada Rabu (24/2/2021).

Menurut seorang warga Desa Rahtawu, Sukarwan, tanah longsor terjadi pada Rabu dini hari, ketika turun hujan.

Ia mengatakan tanah longsor sudah beberapa kali terjadi di desanya, namun bencana yang terjadi kali ini lebih parah dari sebelumnya.

Akibat bencana itu, longsoran tanah serta ranting dan batang pohon menutupi bagian jalan desa sehingga warga yang bersepeda motor untuk berangkat kerja tidak bisa melintas pada Rabu pagi.

Baca Juga: Ribuan Hektare Sawah di Kudus Gagal Panen Akibat Banjir

Warga bergotong-royong untuk membersihkan jalan dari material longsor.

"Sedang diupayakan, minimal sepeda motor bisa melintas agar warga bisa berangkat kerja," kata Sukarwan, yang harus berangkat kerja dan masih menunggu jalan yang terdampak longsor bisa dilalui kendaraan.

Sebelumnya, tanah longsor juga terjadi di Desa Rahtawu dan berdampak pada empat rumah warga di Dukuh Wetan Kali dan Dukuh Semliro.

Berdasarkan peta daerah rawan bencana, ada 13 desa yang rawan menghadapi tanah longsor di Kudus.

Desa yang rawan longsor meliputi Rahtawu, Menawan, Jurang, dan Kedungsari di Kecamatan Gebog, Desa Terban di Kecamatan Jekulo, serta Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Dukuh Waringin, dan Cranggang di Kecamatan Dawe. [Antara]

Baca Juga: Jalan Lembah Rusak Dipasang Patok Tali Plastik, Warga: Jangan Cuma Dicek

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait