alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Borobudur Pusat Ibadat Buddha, Ini Pesan Tokoh Warga Setempat

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 05 Maret 2021 | 10:46 WIB

Borobudur Pusat Ibadat Buddha, Ini Pesan Tokoh Warga Setempat
Ilustrasi candi borobudur menjadi pusat ibadat agama buddha. [Dok. Suara.com]

Warga kawasan Borobudur tidak mempermasalahkan penambahan fungsi dari candi tersebut sebagai pusat ibadat agama Buddha

SuaraJawaTengah.id - Wacana Candi Borobudur menjadi pusat agama Buddha, diharapkan tidak otomatis membebaskan izin mendirikan tempat ibadat di Kecamatan Borobudur. 

Tokoh masyarakat Kecamatan Borobudur, Izzudin Sholeh (72 tahun) mengatakan, warga muslim Borobudur dikenal memiliki toleransi tinggi pada umat agama lainnya. 

“Masyarakat Borobudur sejak dulu kondang tolerannya. Islam sendiri mengajarakan untuk menghormati siapapun. Toleransi rahmatan lil alamin,” kata Izzudin saat ditemui di Dusun Tingal Wetan, Desa Wanurejo, Borobudur, Jumat (5/3/3021).      

Menurut Izzudin, warga juga menanggapi biasa saja wacana menjadikan Candi Borobudur sebagai pusat ibadat umat Buddha.

Baca Juga: Unggah Foto di Tempat Ini Caption Anya Geraldine Bikin Warga Magelang Kesal

“Kalau mau ibadat ya monggo silakan. Lha wong itu memang tempat ibadat. Siapa yang akan membantah kalau (Borobudur) itu tempat ibadat umat Buddha.” 

Namun Izzudin berharap, wacana itu tidak mengubah aturan izin pendirian tempat ibadat di sekitar Candi Borobudur. Berdasarkan Peraturan Bersama 2 Menteri, izin pendirian tempat ibadat harus mendapat rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tingkat kabupaten/ kota.

Syarat lainnya adalah harus memiliki bukti penggunaan tempat ibadat atau jumlah jemaat paling sedikit 90 orang. Serta mendapat izin dari sedikitnya 60 orang warga di sekitar tempat ibadat.

“Lakum dinukum waliyadin itu monggo. Kami sebagai mayoritas tidak akan mengganggu. Kalau berkaitan dengan hukum pemerintahan dan tata negara kita harus menjadi orang pertama yang mengikuti,” ujar Izzudin. 

Berdasarkan data jumlah pemeluk agama Buddha di Kecamatan Borobudur tahun 2020, hanya 9 orang. Sedangkan di Kabupaten Magelang secara keseluruhan jumlah penganut agama Buddha mencapai 299 orang.

Baca Juga: Magelang Trending di Twitter Gegara Anya Geraldine, Warganet Protes

Izzudin menilai luas Candi Borobudur masih sangat cukup untuk penyelenggaraan ibadat. Pemerintah Kabupaten Magelang dan pengelola Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur selama ini juga memfasilitasi secara penuh kegiatan keagamaan di kawasan tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait