KLB di Sumut, Partai Demokrat Mengendus Adanya Money Politics

KLB Partai Demokrat di Sumatra Utara dianggap ilegal dan bisa melanggar protokol kesehatan

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 05 Maret 2021 | 11:14 WIB
KLB di Sumut, Partai Demokrat Mengendus Adanya Money Politics
Suasana persiapan ruang untuk KLB Partai Demokrat di salah satu hotel yang ada di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang pada Kamis (4/3/2021) malam. [Istimewa]

SuaraJawaTengah.id - Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara. KLB itu disebut-sebut kegiatan ilegal. 

Pihak Partai Demokrat menolak dengan keras adanya penyelenggaraan KLB di Deli Serdang itu. Sebab, bukan kepengerurusan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menggelar. 

Kongres itu juga disebut-sebut sebagai upaya  melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat.

Dilansir dari Terkini.id, pihak Partai Demokrat menuding bahwasanya dibalik digelarnya KLB tersebut ada money politics atau politik uang di dalamnya.

Baca Juga:Setia Pada AHY, Kader Demokrat Jatim Tegaskan Tak Terlibat KLB Deli Serdang

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, bahwa peserta yang hadir diiming-imingi insentif money.

"Peserta kongres yang diklaim sudah 1.200 orang itu bukanlah pemilik suara sah. Banyak bukti dan pengakuan dari kader yang bukan pemilik suara, yang ditawarkan insentif money politics asalkan bersedia hadir, dan akan dianggap mewakili kabupaten/kota/provinsi itu," kata Herzaky, Jumat, (5/3/2021).

Tak hanya ditawarkan uang, kata Herzaky, kader yang memiliki hak suara bahkan diancam oleh oknum tertentu.

"Berdasarkan penuturan para kader dan pemilik suara sah yang diancam karena menolak hadir, merupakan bentuk kesewenang-wenangan oknum kekuasaan yang menyalahgunakan kekuasaan dan kemampuan finansialnya untuk merebut paksa kursi Ketua Umum PD dari Ketua Umum PD yang sah berdasarkan hasil Kongres V Tahun 2020," sebut Herzaky.

Informasi tersebut ia dapatkan berasal dari kader-kader yang enggan hadir namun sempat ditawari oleh oknum tertentu.

Baca Juga:KLB Demokrat di Deli Serdang Dijaga Ketat, Orang Tak Dikenal Dilarang Masuk

"Oknum kekuasaan tersebut bekerja sama dengan mantan-mantan kader yang bergerak atas dorongan insentif money politics, jabatan, dan proyek, seperti yang dituturkan para kader yang menolak hadir," imbuhnya.

Para peserta GPK-PD, istilah lain dari kudeta terhadap AHY, kata Herzaky, selalu menggunakan trik licik berupa tipu daya dengan cara menyebarkan kabar bohong seakan-akan banyak pemilik suara yang mendukung serta ada penjabat penting DPP Partai Demokrat yang mendukung KLB. 

Selain Herzaky, Hinca Pandjaitan selaku Sekretaris Jenderal PD mengatakan bahwa KLB yang diselenggarakan di Sumut itu ilegal.

"Penyelenggaraan KLB yang ilegal ini harus dihentikan karena telah melanggar hukum dan melanggar protokol kesehatan," ujar Hinca Jumat ( 5/3/2021).

Diketahui bahwa KLB ini akan menghadirkan 1.200 peserta. Hal itu tentu saja merupakan pelanggaran terhadap protokol kesehatan dengan membentuk kerumunan secara sengaja, ditambah tanpa memiliki izin resmi dari pihak berwajib.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak