alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Agrowisata Svargabumi Magelang Akan Diduplikasi ke Makassar dan Sumut

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 06 Maret 2021 | 13:49 WIB

Agrowisata Svargabumi Magelang Akan Diduplikasi ke Makassar dan Sumut
Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo berencana saat berada di agrowisata Svargabumi, Borobudur, Kabupaten Magelang. [Suara.com/Angga Haksoro Ardhi]

Memanfatkan hamparan sawah Agrowisata Svargabumi saat ini menjadi favorit wisata di Magelang

SuaraJawaTengah.id - Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo berencana menduplikasi konsep agrowisata Svargabumi, Borobudur, Kabupaten Magelang ke sejumlah daerah di Indonesia.

Yasin Limpo mengapresiasi upaya yang dilakukan pengelola Svargabumi dan Pemkab Magelang dalam menata objek wisata berbasis pertanian. 

“Ini menerobos sebuah era. Ini kecil, tapi yang kecil itu (akan) menjadi besar. Tidak ada yang langsung besar,” kata Yasin Limpo saat mengunjungi destinasi Svargabumi di Desa Borobudur, Sabtu (6/3/2021).

Kementerian Pertanian mendorong daerah lain juga mengembangkan wisata berbasis pertanian. “Ini kita harus terus dorong. Ini kan tidak mengubah kontur (sawah), tidak mengubah sesuatu. Kita maksimalkan (wisata) di atasnya. Petani harus happy.”

Baca Juga: Mentan: Berkat Pupuk, Nilai Tambah Produksi Pertanian RI Capai 250 Persen

Svarga Bumi, destinasi wisata bak area persawahan Ubud kini ada di Magelang. (Instagram/@svargabumi)
Svarga Bumi, destinasi wisata bak area persawahan Ubud kini ada di Magelang. (Instagram/@svargabumi)

Menurut Menteri Yasin Limpo, selanjutnya konsep agrowisata Svargabumi akan diduplikasi di Makassar dan Sumatera Utara.

“Tolong ini dibawa ke Makassar. Kita kan ada percontohan yang mau dibuat seperti ini. Udahlah copy saja. Kita nyontek kan boleh.” 

Yasin Limpo mengatakan kedepan akan mengembangkan konsep agrowisata di daerah wisata khusus.

“Saya akan ajak Menteri Pariwisata di daerah wisata khusus kita buat (argowisata)." 

Khusus di destinasi wisata Svargabumi, Menteri Yasin Limpo meminta pengelola menambah tanaman jeruk dan kelapa. Jeruk dan kelapa nantinya dapat disajikan kepada para wisatawan. 

Baca Juga: Dinas Pertanian Daerah Lambat Bergerak, Distribusi Pupuk Subsidi Terhambat

“Kalau bisa jeruknya sudah jadi lah. Kasih kelapa yang pendek-pendek sehingga tidak perlu dipanjat yang buahya sampai ke tanah. Kalau jeruknya sudah dipetik, baru di-jus,” ujar Yasin Limpo.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait