facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Selama 16 Tahun Hilang Karena Disapu Tsunami Aceh, Polisi Ini Ditemukan

Budi Arista Romadhoni Rabu, 17 Maret 2021 | 17:50 WIB

Selama 16 Tahun Hilang Karena Disapu Tsunami Aceh, Polisi Ini Ditemukan
Kerusakan akibat gempa dan tsunami Aceh pada 2004 (Shutterstock).

Anggota polisi ini diduga hilang saat bencana Tsunami Aceh

SuaraJawaTengah.id - Bencana alam Tsunami Aceh pada 2004 silam memberikan duka mendalam bagi rakyat Indonesia. Hingga kini, bencana di Aceh tersebut masih dianggap bencana paling menyeramkan. 

Gampa bumi yang berada di Samudra Hindia terjadi pada pukul 08:58:53 WIB pada tanggal 26 Desember 2004. Episentrumnya terletak di lepas pantai barat Sumatra, Indonesia.

Guncangan gempa bumi tersebut berskala 9,1–9,3 dalam skala kekuatan Momen. Tentu saja, akibat bencana itu ratusan ribu orang di Aceh dinyatakan meninggal dan hilang. 

Namun, kini kabar gembira itu datang dari korp Polri. Seorang anggota polisi yang hilang saat bencana dikabarkan telah ditemukan. 

Baca Juga: Banyuwangi Terancam Gempa 8,7 SR, BMKG: Paling Parah Bisa Tsunami 18 Meter

Ia adalah Abripda Asep. Anggota Polisi tersebut ditemukan di Rumah Sakit Jiwa. 

Hal itu diunggah di akun Instagram @ndorobeii. Sebanyak 10 ribu orang menyukai unggahan tersebut, dan turut memberikan komentarnya.

Akun @ndoroboii mendapatkan informasi tersebut dari @yuri_mbeling. Ia diduga juga anggota Polri. Mereka pun menceritakan kejadian peristiwa Tsunami Aceh. 

Polisi yang hilang saat tsunami aceh 2004 lalu dikabarkan ditemukan di rumah sakit jiwa. [Tangkapan layar/Instagram]
Polisi yang hilang saat tsunami aceh 2004 lalu dikabarkan ditemukan di rumah sakit jiwa. [Tangkapan layar/Instagram]

Gembira bercampur bingung saat seorang sahabat menginformasikan telah ditemukan seorang personil Polisi bernama Asep yang bertugas sebagai pasukan Bantuan Keamanan Operasional Brimob Resimen II Kedung Halang Bogor ke Polda Aceh dan bertugas sebagai Poskotis Brimob Peukan  Banda Aceh tahun 2004. Saat itu  Asep masih sebagai Bhayangkara Muda dan menyemat pangkat sebagai Ajun Brigadir Polisi  (Abrip).  Beliau adalah lulusan Sekolah Tamtama Polri tahun 1999/2000.  

Pada saat terjadi Tsunami yang mengguncang Aceh pada tahun 2004 beliau sedang  bertugas pada posko pengamanan mengingat waktu itu Aceh sedang bergejolak politik dengan adanya Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Baca Juga: Pemerintah Umumkan 9 Daerah Rawan Gempa 2021, Bali Masuk

Tsunami pagi itu menyapu bersih posko tempat Asep  bertugas bersama seluruh bangunan lainnya  yang ada hingga rata tanah dan menelan korban jiwa hingga puluhan ribu jiwa. Asep dilaporkan hilang sebagai akibat bencana Tsunami Aceh dan digelar sebagai Abrip Anumerta Asep.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait