alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Perajin Bedug di Banyumas Mulai Bergeliat Kembali Bulan Ramadan Ini

Ronald Seger Prabowo Selasa, 13 April 2021 | 16:25 WIB

Perajin Bedug di Banyumas Mulai Bergeliat Kembali Bulan Ramadan Ini
Pekerja tengah menyelesaikan pembuatan bedug pesanan di Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Selasa (13/4/2021). [Suara.com/Anang Firmansyah]

Pandemi yang sudah berlangsung sejak tahun lalu memang menjadi cobaan berat bagi seluruh sektor.

SuaraJawaTengah.id - Bisnis kerajinan bedug yang sudah ada sejak turun temurun di Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, pada tahun ini mulai meningkat.

Pandemi yang sudah berlangsung sejak tahun lalu memang menjadi cobaan berat bagi seluruh sektor. Terlebih kerajinan yang bersifat musiman seperti bedug ini.

Menurut Taufik Amin, pemilik kerajinan bedug setempat, meski pesanan tak sebanyak biasanya sebelum pandemi, permintaan bedug tahun ini patut disyukuri. Pasalnya tahun lalu, perajin di lokasi ini sama sekali tidak memproduksi karena tidak ada pesanan.

"Wah, parah tahun lalu, karena berhenti total akibat pandemi. Hampir dikatakan tidak ada pesanan. Sebenernya kita tutup, tapi menjelang lebaran ada satu pesanan. Mungkin karena dampak tidak diperbolehkan salat jamaah di masjid," katanya di Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Selasa (13/4/2021).

Baca Juga: Tempat Hiburan Malam yang Nekat Buka selama Ramadhan Bakal Disegel

Saat memasuki bulan puasa sebelum pandemi, Taufik biasanya kebanjiran orderan hingga ratusan bedug yang dipesan dari luar daerah. Namun saat ini, meski sudah ada pesanan namun hanya berkisar 50 persen dari hari biasanya.

"Biasanya pemesanan banyak itu seminggu awal ramadan, kemudian ramai lagi saat memasuki tanggal 21 ramadan sampai lebaran. Rata-rata ya sehari bisa menyelesaikan tiga bedug ukuran kecil," jelasnya.

Ia baru mulai memproduksi usaha bedug ya sejak tiga bulan lalu. Bersama kelima karyawannya saat ini, ruang kerjanya tidak sunyi seperti tahun lalu.

"Saya biasanya tidak cuma menggunakan lima pekerja kalau sedang momentum seperti ini. Tapi ini mungkin lima saja cukup. Belum penuh juga soalnya pesanan," terangnya.

Harga bedug buatannya pun beragam dari Rp2 juta sampai harga Rp45 juta, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan pesanan. Karena biasanya, ada permintaan khusus dari pembeli.

Baca Juga: Amalan Singkat Penghapus Banyak Dosa, 1000 Pahala Datang, 1000 Dosa Gugur

"Ukuran yang biasa saya buat diameter 40 cm, 60 cm, 1 meter, sampai 1,5 meter. Pernah juga dapet pesanan yang harganya sampai Rp45 juta. Lupa tapi dulu yang pesan orang mana," lanjutnya.

Di bulan Ramadhan penuh berkah ini, mari kita ringankan beban saudara sesama yang kesusahan. Berbagi sambil menambah amalan lewat sedekah makanan bersama Suara.com di laman Indonesia Dermawan. Untuk langsung meng-input jumlah sedekah silakan KLIK DI SINI!

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait