alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Waspada! Covid-19 Masih Ada, Ini 4 Area yang Harus Dihindari Saat Ramadhan

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 17 April 2021 | 14:50 WIB

Waspada! Covid-19 Masih Ada, Ini 4 Area yang Harus Dihindari Saat Ramadhan
Ilustrasi penyebaran Covid-19 masih mengancam kita semua, masyarakat diminta lebih waspada dan dilarang berkumpul saat bulan Ramadhan. (Elements Envato)

Penyebaran Covid-19 masih terjadi secara masif, hingga pemerintah melarang masyarakat untuk berkumpul saat Ramadhan dan aktivitas mudik lebaran

SuaraJawaTengah.id - Ramadhan tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Hal itu tentu saja harus diantisipasi seluruh masyarakat jika tak ingin tertular virus mematikan tersebut. 

Masyarakat pun diminta mengindari beberpa tempat yang kemungkinan bisa menjadi klaster penularan Covid-19. 

Satgas Covid-19, menyebut ada 4 area yang kemungkinan menjadi tempat penularan Covid-19 terbanyak selama Ramadan. Hal itu karena melihat adanya tradisi masyarakat selama Ramadan yang bisa menimbulkan peningkatan kerumunan. 

"Kita sudah sampaikan ke tim Satgas di daerah bahwa ada beberapa titik yang rawan menjadi tingkat penularan Covid selama Ramadan. Kita punya tradisi misalkan, suka ngabuburit, sahur keliling, takbir keliling atau mencari takjil. Jadi ini juga akan diamati," kata Sonny dalam konferensi pers virtual, Jumat (16/4/2021). 

Baca Juga: Ramadhan ke-5, Ini Jadwal Imsakiyah dan Salat di Surakarta dan Sekitarnya

Area pertama yang harus diwaspadai penyebaran kasus yakni titik orang berbelanja. Sonny mengatakan, area tersebut bisa pusat perbelanjaan pasar maupun kerumunan saat memberi takjil. Kedua, penyebaran kasus juga rawan terjadi di tempat ibadah.

"Kemudian ketiga, kita juga harus waspadai penyebaran kasus di tempat wisata atau misalkan restoran, tempat yang menjadi kemungkinan terjadinya penularan. Keempat tentu kita harus mencoba mendorong pembatasan mobilitas. Oleh karenanya pemerintah melarang mudik," jelas Sonny.

Menurut Sonny, pemerintah melarang mudik dengan alasan yang jelas.

"Bahwa kita ingin melindungi 271 juta penduduk Indonesia. Kami sampaikan juga, bukan soal tanggal mudiknya, tetapi kami betul-betul masyarakat harus sadar keputusan untuk tidak mudik demi melindungi semua. Di tanggal berapa pun mudik tentu akan sangat berbahaya apabila ternyata terjadi penyebaran kasus," ucapnya.

Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya tetap disiplin protokol kesehatan di mana pun dan apapun aktivitas masyarakat. Sonny juga menyarankan agar selama Ramadan, pengurus masjid bisa memanfaatkan momentum untuk menyisipkan pesan terkait Covid-19 pada setiap ceramah. 

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Jakarta Hari Ini 17 April 2021

"Kami telah meminta kepada Dewan Masjid Indonesia agar ceramah, tausiah, kultum, pengajian yang dilakukan baik secara luring maupun daring, itu menyampaikan pesan tentang pentingnya kita menjaga kesehatan, mematuhi protokol kesehatan, menghindari bahaya Covid-19, dan seterusnya," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait