alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ngabuburit Ala Rasulullah, Begini Kisah Komunitas Berkuda di Banjarnegara

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 17 April 2021 | 15:00 WIB

Ngabuburit Ala Rasulullah, Begini Kisah Komunitas Berkuda di Banjarnegara
Nagbuburit berkuda ala Rsulullah menelusuri kota dan objek wisata (16/4/2021). [Suara.com/Citra Ningsih]

Menunggu waktu berbuka puasa atau Ngabuburit selalu dilakukan oleh umat muslim di Indonesia

SuaraJawaTengah.id - Ngabuburit atau tradisi menunggu berbuka puasa biasanya diisi dengan kegiatan berburu takjil, melakukan kegiatan sosial, atau sekadar berkumpul bersama keluarga dan kerabat.

Namun berbeda dengan Komunitas Berkuda Banjarnegara, Mafaza Stabel yang mempunyai kegiatan unik untuk mengisi waktu sambil menunggu waktu berbuka. Sebanyak 7 kuda dan 10 penunggang kuda ngabuburit berkeliling kota dan obyek wisata sambil berkuda.

Menelusuri jalan raya hingga berkunjung ke salah satu objek wisata di Banjarnegara sambil menaiki kuda juga menjadi daya tarik bagi masyarakat lain yang sedang ngabuburit. Barisan kuda yang berbaris memanjang di jalanan menjadi pemandangan langka di sore hari yang sejuk pada Jumat (16/4/2021).

Baca Juga: Detik-detik Ria Ricis Jatuh Terbanting dari Kuda, Potretnya Bikin Ngilu

Ketua komunitas, Azharudin sadzali menjelaskan bahwa berkuda adalah salah satu olahraga yang tidak hanya memberi manfaat untuk kesehatan namun juga bernilai pahala.

"Karena berkuda adalah salah satu sunnah Rasul, dimana Beliau bersabda untuk mengajarkan memanah, berenang dan berkuda, dan di hadist dikatakan bahwa di ubun ubun kuda terikat kebaikan dan keberkahan sampai hari kiamat," jelasnya.

Selain itu, olahraga berkuda juga dinilai dapat melatih jiwa kepemimpinan terutama bagi kaum laki laki. Sebab, dalam berkuda membutuhkan keberanian, tindakan yang adil dan dapat mengendalikan.

Dia menjelaskan bahwa komunitas berkuda di Banjarnegara bermula dari pribadi beberapa anggota yang ingin berolahraga namun sekaligus beribadah,

"Awalnya saya punya dua kuda, kemudian saya ajak teman teman untuk berkuda, dan sekarang alkhamdulillah sekarang sudah ada 10 anggota," imbuhnya.

Baca Juga: Kisah Masjid Jami At Taqwa: Salat di Dua Tempat dalam Satu Waktu

Shelika Zahrani ,satu satunya anggota perempuan di komunitas Mafaza Stabel mengatakan, awalnya dirinya takut namun lama lama bisa menikmati.

Di bulan Ramadhan penuh berkah ini, mari kita ringankan beban saudara sesama yang kesusahan. Berbagi sambil menambah amalan lewat sedekah makanan bersama Suara.com di laman Indonesia Dermawan. Untuk langsung meng-input jumlah sedekah silakan KLIK DI SINI!

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait