alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sensasi Ngabuburit di Masjid Kabah Kampung Wisata Kota Magelang

Ronald Seger Prabowo Rabu, 21 April 2021 | 10:54 WIB

Sensasi Ngabuburit di Masjid Kabah Kampung Wisata Kota Magelang
Masjid Ash Shirath di Kampung Warna-warni, Tidar Campur, Kota Magelang. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardhi[

Di Kampung Warna-warni, Tidar Campur, Kota Magelang terdapat Masjid Ash Shirath yang bentuknya unik menyerupai Kabah.

SuaraJawaTengah.id - Satu lagi spot wisata di Kota Magelang yang bisa dijadikan tempat menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa. Ngabuburit berfaedah ke tempat ibadah.  

Di Kampung Warna-warni, Tidar Campur, Kota Magelang terdapat Masjid Ash Shirath yang bentuknya unik menyerupai Kabah. Masjid seluas 45 meter persegi ini mampu menampung 50 jamaah.

Selama Ramadhan, selain menggelar shalat tarawih di Masjid Ash Shirath juga mengadakan kultum dan tadarus. Tanggal 17 Ramadan akan diadakan kegiatan santunan kepada 150-200 anak yatim.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Warna-warni, Sagiyo yang juga marbot Masjid Ash Shirath mengatakan, masjid ini dibangun sebagai fasilitas ibadah warga sekitar dan pengunjung desa wisata.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Kota Tangerang Hari Ini 21 April 2021

“Kami mendirikan masjid berbentuk Kabah ini karena kampung kami kampung wisata, jadi kami mendukung untuk kegiatan wisata,” kata Sagiyo kepada SuaraJawaTengah.id, Rabu (20/4/2021).

Menurut Sagiyo, Masjid Ash Shirath menjadi salah satu daya tarik wisata andalan di Kampung Warna-warni. “Ini salah satu daya tarik (wisata). Disamping untuk kegiatan anak-anak TPQ, orang dewasa juga melakukan kegiatan pengajian disini.”

Nama As Sirath diambil dari nama Ahmad Shirath, kakek dari keluarga besar Sagiyo, pemberi tanah wakaf untuk lokasi masjid. Ash Shirath juga berarti jembatan Shirathal Mustaqim.

“Awalnya warga kalau mau melaksanakan shalat lima waktu ke masjid yang besar itu jauh. Sehingga berupaya untuk membuat masjid sendiri sampai sekarang bisa seperti ini,” ujar Sagiyo. 

Pengelola masjid juga mengoordinir remaja untuk berjualan takjil di jalan yang tak jauh dari masjid. “Yang membuat ibu-ibu, kemudian dititipkan ke remaja. Nanti umpanya masih ada beberapa yang tidak habis dijual, dibawa untuk takjil di masjid.”

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Tangerang Selatan Hari Ini 21 April 2021

Kata Sagiyo, masjid mulai dibangun 27 Oktober 2019 dan selesai pada 13 April 2020. Proses pembangunan paling lama adalah finishing membuat kaligrafi di sisi atas masjid. 

Di bulan Ramadhan penuh berkah ini, mari kita ringankan beban saudara sesama yang kesusahan. Berbagi sambil menambah amalan lewat sedekah makanan bersama Suara.com di laman Indonesia Dermawan. Untuk langsung meng-input jumlah sedekah silakan KLIK DI SINI!

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait