facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nekat Mangkal Saat Ramadhan, PSK di Kota Semarang Diamankan Satpol PP

Budi Arista Romadhoni Rabu, 28 April 2021 | 14:00 WIB

Nekat Mangkal Saat Ramadhan, PSK di Kota Semarang Diamankan Satpol PP
Pendataan PSK di Kota Semarang oleh Satpol PP Kota Semarang. [Suara.com/Dafi Yusuf]

Tidak hanya PSK, PGOT juga diamankan oleh Satpol PP Kota Semarang

SuaraJawaTengah.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang amankan 8 PSK yang diketahui tetap mangkal ketika bulan Ramadhan. Selain PSK, Satpol PP juga amankan 23 Pengemis Gelendangan Orang Terlantar (PGOT). 

Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, oprasi PSK dan PGOT yang dilakukan oleh Satpol PP merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang disampaikan kepada Wali Kota Semarang Hendrar Pribadi. 

"Banyak warga yang mengeluh kalau masih banyak PSK dan PGOT yang mangkal ketika bulan Ramadan," jelasnya, Rabu (28/4/2021). 

Operasi hari ini, Satpol PP Semarang beberapa jalan seperti jalan Ronggolawe, Jalan Kalibanteng, Jalan Semarang Indah, Jalan Indraprasta, Jalan Imam bonjol, di Jalan Patimura dan Jalan Dr Cipto. 

Baca Juga: Cari Aman, Pemudik dari Kota Semarang Pulang Kampung Lebih Awal

"Jadi ada 8 jalan yang kami periksa," ujarnya. 

Sejumlah 9 PSK yang telah diamankanoleh Satpol PP, Fajar  akan mengirim mereka ke panti rehabilitasi sosial Wanita Utomo di Kota Solo untuk dilakukan edukasi dan bimbingan. 

"Para PSK ini nanti akan dikirim ke Resos Solo, disana mereka akan dibina selama tiga bulan," imbuhnya.

Sedangkan untuk PGOT dengan kategori orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yakni sebanyak tujuh orang akan dikirim ke Rumah Sakit Jiwa. 

"Sisa PGOT lainnya akan kami pulangkan ke daerah masing masing agar keluarganya membina, dan saya minta tidak lagi kembali turun ke jalanan," ujarnya. 

Baca Juga: BMKG Prediksi Wilayah Semarang dan Sekitarnya Hari Ini Cerah Berawan

Dia juga meminta kepada warga Kota Samarang untuk tidak memberi uang kepada PGOT atau dalam hal ini pengemis karena akan disanksi 3 bulan penjara dan denda Rp1 juta. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait