facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menteri Agama Tegaskan, Para Santri Tak Boleh Mudik

Budi Arista Romadhoni Rabu, 28 April 2021 | 16:10 WIB

Menteri Agama Tegaskan, Para Santri Tak Boleh Mudik
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (dokumentasi Kemenag)

Menteri Agama menyebut mudik adalah sunah, dan untuk menjaga kesehatan bersama santri dilarang mudik saat lebaran ini

SuaraJawaTengah.id - Pemerintah melarang kegiatan mudik lebaran tahun ini. Termasuk para santri tidak mendapatkan dispensasi khusus untuk bisa merayakan lebaran di kampung halaman.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan dispensasi khusus kepada santri dalam kebijakan pelarangan mudik lebaran tahun ini. Hal itu dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19. 

"Hukum mudik adalah sunah, sementara menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan adalah wajib. Untuk itu peniadaan mudik ini adalah upaya pemerintah dalam melindungi warga dari Covid-19," ujar Yaqut dilansir dari ANTARA di Jakarta, Rabu (28/4/2021). 

Sebelumnya, permintaan soal dispensasi mudik khusus santri tarik ulur. Ada pihak yang meminta dispensasi mudik bagi para santri, dan tak sedikit yang menolak karena khawatir penyebaran semakin masif.

Baca Juga: Waduh! Santri di Kota Tegal Diperbolehkan Mudik Lebaran

Menag mafhum bahwa kebijakan larangan ini tidak mudah diterima oleh kalangan pesantren. Apalagi biasanya jelang Hari Raya Idul Fitri, rata-rata ponpes telah mengakhiri masa pembelajarannya.

Maka dari itu, Yaqut meminta para pengurus pondok pesantren agar menahan para santri karena semuanya demi keselamatan bersama dari ancaman virus mematikan tersebut.

"Untuk itu kami meminta dengan sangat hormat kepada para pengasuh, santri maupun orang tua santri untuk bisa memahami aturan ini demi menjaga keselamatan jiwa kita bersama dari ancaman paparan virus Covid-19," kata dia.

Menurut Menag, mudik bagi santri bukanlah persoalan ringan. Di tengah pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali saat ini, dibutuhkan kontrol ketat dalam pelaksanaan di lapangan.

Apabila diperbolehkan untuk mudik maka akan ada jutaan pergerakan santri ke berbagai daerah. Tentu tidak akan sesuai dengan kebijakan pemerintah yang selalu digaungkan dalam menekan penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Mudik Lebaran Dilarang, Satgas: Libur Panjang Ciptakan Mobilitas Tinggi

"Pergerakan jutaan santri ke berbagai daerah dalam waktu hampir bersamaan sangat rawan memunculkan klaster-klaster baru penularan virus. Bahaya lebih besar pun mengancam jika sampai rumah, virus itu turut memapar para anggota keluarganya," kata dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait