alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemudik yang Nekat Wajib Dikarantina, Ini Lokasi Tempat Isolasi di Banyumas

Budi Arista Romadhoni Senin, 03 Mei 2021 | 16:05 WIB

Pemudik yang Nekat Wajib Dikarantina, Ini Lokasi Tempat Isolasi di Banyumas
Lokasi karantina massal yang disiapkan Pemkab Banyumas bagi para pemudik di GOR Satria Purwokerto, Senin (3/5/2021). [Suara.com/AnangFirmansyah]

Mudik Lebaran dilarang oleh pemerintah, masyarakat yang nekat pulang kampung ke Banyumas terpaksa akan dikarantina

SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Kabupaten Banyumas saat ini tengah menyiapkan lokasi karantina massal bagi para pemudik nekad dari luar daerah yang masuk ke wilayah Kabupaten Banyumas dalam massa liburan Hari Raya Idulfitri di GOR Satria Purwokerto.

Tempat karantina tersebut secara resmi akan difungsikan pada saat pelaksanaan aturan Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Petugas BPBD Kabupaten Banyumas, Rudi Setiawan menjelaskan saat ini perintah pemanfaatan lokasi karantina sama seperti waktu peniadaan mudik pada bulan ramadan dan hari raya Idulfitri besok.

"Untuk pelaksanaannya sesuai aturan pemerintah. Tapi kan biasa, apakah ada perkembangan atau tidak nanti kebijakan dari pimpinan," katanya saat ditemui di lokasi, Senin (3/5/2021).

Baca Juga: Libur Lebaran, Raffi Ahmad Pilih Istirahat Ketimbang Mudik

Untuk tahap awal, lokasi karantina yang disiapkan di lapangan futsal, sama seperti tahun lalu. Namun tidak menutup kemungkinan bisa ditambah dengan tempat lain jika pemudik ternyata membludak.

"Kapasitas nya di lapangan futsal ini 100 tempat tidur. Dibagi rata untuk pria dan wanita. Kita pakai velbed. Tapi ada ruangan khusus juga yang disekat untuk ibu menyusui ataupun yang lebih membutuhkan privasi. Selain itu juga ada 2 musala," jelasnya.

Saat tiba di lokasi karantina, pemudik wajib menjalani tes antigen sebelum menempati. Jika hasilnya positif maka akan langsung dibawa ke Balai Diklat Baturraden, tempat lokasi isolasi para pasien Covid-19.

"Jadi nanti kita ada petugas gabungan termasuk dari Dinkes. Ada ambulans yang disiapkan. Kalau ada yang positif langsung dibawa ke lokasi isolasi untuk tes lanjutan. Jika ada gejala berat maka langsung dirujuk ke RS," terangnya.

Menurutnya, untuk konsumsi peserta karantina nantinya ditanggung dari pemerintah. Jadi tidak ada alasan bagi para pemudik yang bandel untuk tidak menempati lokasi karantina sebelum pulang ke rumahnya masing-masing.

Baca Juga: Wamenag: Orang yang Tak Mudik Lebaran Sama dengan Berjihad

"Harapannya kan memang agar tidak ada ledakan pasien Covid-19 saat massa lebaran. Kaya akhir-akhir ini muncul klaster tarawih kan cukup ramai di masyarakat," ucapnya.

Di bulan Ramadhan penuh berkah ini, mari kita ringankan beban saudara sesama yang kesusahan. Berbagi sambil menambah amalan lewat sedekah makanan bersama Suara.com di laman Indonesia Dermawan. Untuk langsung meng-input jumlah sedekah silakan KLIK DI SINI!

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait