alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ustaz Sakit Nekat Imami Tarawih, 13 Orang Ikut Terpapar Covid-19

Ronald Seger Prabowo Selasa, 04 Mei 2021 | 10:45 WIB

Ustaz Sakit Nekat Imami Tarawih, 13 Orang Ikut Terpapar Covid-19
Kepala DKK Sragen dr. Hargiyanto (dua dari kiri) berdialog dengan bidan desa dan Kepala Puskesmas Karangmalang Sragen dr. Haris Almaca (kiri) terkait dengan hasil tracing pada klaster masjid di wilayah Desa Pelemgadung, Karangmalang, Sragen, Senin (3/5/2021). (Solopos/Tri Rahayu)

Klaster masjid itu berawal saat seorang ustaz yang juga imam masjid, R, terlihat agak kurang enak badan.

SuaraJawaTengah.id - Klaster masjid Covid-19 terjadi di wilayah Desa Pelemgadung, Karangmalang, Sragen.

Ada 35 orang yang diperiksa swab test PCR, sebanyak 13 orang di antaranya positif terpapar Covid-19 dan sebelumnya dua orang lainnya meninggal dunia.

Dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, Ketua RT setempat, Hidayat, menceritakan kronologi perjalanan kasus di klaster masjid itu.

Klaster masjid itu berawal saat seorang ustaz yang juga imam masjid, R, terlihat agak kurang enak badan. Dia mengatakan ustaz tersebut sering mengisi kajian di luar desa. Kemudian seorang muazin masjid, S, juga ikut tidak enak badan.

Baca Juga: Muncul Klater Masjid di Karanganyar, Tenyata Ini Awal Penyebaran Covid-19

“Ustaz R sempat mengimami salat tarawih pada hari pertama puasa kemudian setelah itu tidak datang ke masjid. Sedangkan muazin, S, sejak hari pertama puasa sudah tidak ke masjid karena kurang enak badan. Baik R dan S akhirnya dilarikan ke rumah sakit di hari yang sama,” ujar Hidayat yang bercerita saat ditanya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Hargiyanto.

Sebagai informasi, DKK lainnya mendatangi lokasi di klaster masjid di wilayah Desa Pelemgadung Sragen pada Senin (3/5/2021).

Hidayat melanjutkan dari keluarga S ini kebetulan ada yang jualan hik. Satu keluarga di-swab test dan hasilnya positif terpapar Covid-19. Kemudian kontak erat R serta warga lainnya yang kontak erat juga diperiksa.

Dari catatan DKK, total ada 35 warga yang diperiksa swab test dan sebanyak 13 orang di antaranya terpapar Covid-19.

“Kemudian S meninggal dunia pada 24 April lalu dan disusul R meninggal pada 29 April lalu. Keluarga R ini ada empat anggota keluarga yang positif, sedangkan keluarga S yang positif tiga orang,” ujarnya.

Baca Juga: Gara-gara Ini, Dua Musala dan Masjid di Banyumas Ditutup

Bidan Desa Pelemgadung, Karangmalang, Sragen, Luluk Usnatun, menyampaikan tracing yang dilakukan selalu bersama dengan ketua RT dan Satgas Covid-19 di tingkat desa. Luluk mengatakan S dan R itu merupakan pengurus masjid. Dia mengatakan sebelumnya dirawat di RS swasta kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait