Duh! Penumpang Positif Covid-19, Terbang dari Semarang ke Pangkalan Bun

Gubernur Jawa Tengah pun langsung mengecek Bandara Ahmad Yani Semarang, penumpang yang positif Covid-19 itu ternyata dibiarkan oleh petugas dan tidak di isolasi

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 06 Mei 2021 | 13:23 WIB
Duh! Penumpang Positif Covid-19, Terbang dari Semarang ke Pangkalan Bun
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung mengecek SOP penumpang pesawat di Bandara Ahmad Yani Semarang. [Dok Pemprov Jateng]

SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo langsung melakukan sidak ke Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Kamis (6/5/2021). Sidak dilakukan usai ada salah satu penumpang yang terkonfirmasi positif Covid-19 namun lolos terbang ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kalteng.

Ganjar langsung menuju ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada di bandara. Tiga orang petugas terkejut dengan kedatangan Ganjar yang mendadak itu.

Kepada para petugas, Ganjar menanyakan kronologi penumpang yang positif Covid-19 tersebut. Para petugas kebingungan dan berusaha menjawab dengan tenang.

"Itu kemarin yang kasus positif bagaimana, proses validasinya seperti apa. Kenapa sampai nggak ketahuan kalau dia positif, padahal kalau mau naik kan harus menunjukkan surat itu," tanya Ganjar.

Baca Juga:Seorang Pekerja Migran Positif COVID-19 Lolos Pulang ke Lumajang

Salah satu petugas KKP bernama Hevny mengatakan bahwa proses validasi sebenarnya sudah diketahui bahwa penumpang itu positif Covid-19. Dari pihak KKP sudah memberikan tanda dengan cara melingkari kartu positifnya itu.

Ganjar nampak tak puas dengan jawaban itu. Ia menanyakan setelah diketahui positif, kenapa penumpang tidak ditahan di tempat itu untuk dilakukan treatmen selanjutnya.

"Setelah ketahuan positif, kami beri tanda di surat keterangan kesehatannya. Setelah itu, kami sarankan penumpang isolasi mandiri pak," jawab Hevny.

Ganjar langsung mengatakan bahwa SOP yang dilakukan salah. Seharusnya, saat ada penumpang ketahuan positif Covid-19, penumpang itu harus ditahan di tempat itu dan tidak boleh kemana-mana.

"Ini kan berarti dibiarkan. Ada SOP yang menurut saya keliru dan saya minta diperbaiki. Jangan sampai terulang lagi. Begitu ada penumpang yang positif, secara prosedur mesti auto cancel untuk proses berikutnya, ternyata ini tidak," kata Ganjar.

Baca Juga:Bayi Positif Covid-19 dan Meninggal, Sang Ibu Malah Kabur dari RS

Proses yang terjadi lanjut dia masih manual, maka meski orang tersebut telah direkomendasikan oleh KKP untuk pulang, namun tidak diikuti dengan tindakan berikutnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini