alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Termasuk Tengku Zul, 300 Ulama Meninggal Terpapar Covid-19

Ronald Seger Prabowo Selasa, 11 Mei 2021 | 15:19 WIB

Termasuk Tengku Zul, 300 Ulama Meninggal Terpapar Covid-19
Pose Ustaz Tengku Zulkarnain bersama mobil mewah Lexus (Instagram)

Prokes pencegahan Covid-19 harus diterapkan secara disiplin baik saat menjalankan kegiatan kegamaan maupun aktivitas sehari-hari

SuaraJawaTengah.id - Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah (Jateng), Musta’in Ahmad, mencatat ada 300 ulama di Indonesia yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Terbaru, Ustaz Tengku Zulkarnain yang menghembuskan nafas terakhir di Pekanbaru usai terkonfirmasi positif Covid-19.

“Itu data dari Kementerian Agama pusat. 300 ulama yang meninggal itu se-Indonesia. Kalau khusus Jateng, kita belum menghitung secara pasti. Soalnya, kita sendiri tidak dapat data dari Kemenkes,” ujar Musta’in dilansir AyoSemarang.com--jaringan Suara.com, Selasa (11/5/2021)..

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat, baik dari kalangan ulama maupun umat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga: Anies Tutup Mal, Kafe dan Bioskop di Zona Oranye dan Merah COVID-19

Prokes pencegahan Covid-19 harus diterapkan secara disiplin baik saat menjalankan kegiatan kegamaan maupun aktivitas sehari-hari. Apalagi saat ini di wilayah Jateng tengah dikabarkan muncul klaster penularan salat tarawih.

“Total sudah ada lima kabupaten yang melaporkan munculnya klaster tarawih. Kelima kabupaten itu yakni Brebes, Sukoharjo, Sragen, Pati, dan terbaru, Purbalingga,” tuturnya.

Musta’in mengaku sebenarnya kurang setuju jika kasus penularan Covid-19 dari warga yang menjalankan ibadah salat tarawih itu disebut klaster tarawih. Menurutnya belum tentu kasus penularan Covid-19 itu berasal dari kegiatan tarawih.

“Bisa jadi si pasien yang positif itu tertular bukan dari salat tarawih. Apakah yang bersangkutan terpapar virus di masjid kita kan enggak tahu. Bandingkan saja dengan hiruk pikuk yang ada di mal, rumah makan. Kan penerapan prokes (protokol kesehatan) jauh lebih longgar dibanding dengan yang ada di masjid. Masa tempat-tempat itu (mal dan rumah makan) jauh lebih aman dibanding masjid,” katanya.

Baca Juga: Momen Lebaran, Objek Wisata di Jawa Tengah Sebagian Masih Buka

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait