Duh, Lima Desa di Kabupaten Banyumas Masuk Zona Merah

Usai Mudik Lebaran, berbagai klaster sudah banyak muncul di Kabupaten Banyumas

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 20 Mei 2021 | 11:41 WIB
Duh, Lima Desa di Kabupaten Banyumas Masuk Zona Merah
Ilustrasi berbagai klaster Covid-19 muncul di Banyumas. Lima desa berstatus zona merah. (Elements Envato)

SuaraJawaTengah.id - Massa pelarangan mudik Idulfitri telah berakhir. Setelah melihat data yang tersaji, selama waktu tersebut menyebabkan lima desa di Kabupaten Banyumas masuk dalam kategori zona merah penyebaran Covid-19. Lokasi zona merah tersebut dari muncul berbagai klaster.

Bupati Banyumas, Achmad Husein menjelaskan berbagai klaster sudah banyak muncul di Kabupaten Banyumas. Dari klaster pasar, kantor, tempat ibadah, keluarga dan lainnya sudah banyak terjadi.

"Jadi kalau ada klaster itu masyarakat jangan phobia. Kita semua ini sudah jadi klaster. Yang dilihat justru jangan klasternya, tapi upaya bagaimana kita bisa menghindari itu. Semua orang harus tahu supaya tidak tersentuh," katanya seusai menyanyikan Lagu Indonesia Raya di halaman Pendopo Sipanji Purwokerto, Rabu (20/5/2021).

Husein memaparkan saat ini ada lima desa yang masuk kategori zona merah. Diantaranya Desa Danaraja, Kecamatan Banyumas, Desa Karangtalun Kidul, Kecamatan Purwojati, Desa Sidamulih, Kecamatan Rawalo, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, dan Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon.

Baca Juga:Diserbu Pemudik Asal Jakarta, Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal Meroket

"Sedangkan zona oranye ada 6 tempat. Desa Karangmangu, Gentawangi, Ledug ada dua wilayah, Pliken dan Cikembulan. Ini yang saya minta anak-anaknya jangan masuk sekolah dahulu (Pertemuan Tatap Muka) di lingkungan sekitar itu," jelasnya.

Sedangkan untuk antisipasi ledakan Covid-19 pasca massa larangan mudik Idulfitri kemarin, pemerintah Kabupaten Banyumas tidak memiliki strategi khusus. Pasalnya berdasarkan data yang didapat, pada saat massa mudik lalu, hanya sedikit pemudik yang terpapar Covid-19.

"Ini alhamdulilah sebetulnya kalau dilihat dari data, jumlah 3000 pemudik yang ditest kan sekitar 2000 an, yang positif cuma 9 orang. Itu sangat kecil. Yang positif antigen 17 orang. Yang betul-betul positif 9. Dibandingkan dengan yang ditest itu kan sangat kecil," terangnya.

Ia tidak begitu memikirkan akan terjadinya ledakan pasca massa pelarangan mudik Idulfitri. Walaupun memang nyatanya banyak juga yang kucing-kucingan dengan petugas di posko penyekatan.

"Kita hanya kecolongan satu pemudik yang datang dan menularkan anggota keluarganya berjumlah empat orang di Desa Gentawangi sudah terisolasi. Itupun juga temuan. Jadi semuanya kan kita test antigen begitu. Yang ini kita kecolongan, sudah masuk rumah dulu baru di antigen," tandasnya.

Baca Juga:Museum se-Jakarta Tutup Cegah Klaster COVID-19 Pasca Lebaran

Kontributor : Anang Firmansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak