Dibenci Partainya, Elektabilitas Ganjar Pranowo Semakin Melesat, Puan Hanya 0,7 Persen

Elektabilitas Ganjar Pranowo semakin melesat usai dicap kader PDI Perjuangan yang paling ambisius menjadi Capres 2024, Sementara elektabilitas Puan Maharani hanya 0,7 persen

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 26 Mei 2021 | 15:43 WIB
Dibenci Partainya, Elektabilitas Ganjar Pranowo Semakin Melesat, Puan Hanya 0,7 Persen
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Dok Humas Pemprov Jateng)

SuaraJawaTengah.id - Perseteruan antara PDI Perjuangan dengan Ganjar Pranowo rupanya memberikan dampak yang signifikan. Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah itu semakin melesat. 

Apakah perseteruan Ganjar Pranowo dengan para elite kader PDI Perjuangan adalah setingan?

Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dinilai ambisius menjadi calon presiden di tahun 2024. Puan Maharani pun menyindir kinerja orang nomor satu di Jateng itu hanya sibuk di media sosial dan jarang turun ke lapangan. 

Diketahui isu yang mencuat PDI Perjuangan akan memunculkan Puan Maharani sebagai calon pada pilpres 2024 mendatang. Ganjar Pranowo dianggap menyaingi Puan Maharani sebagai calon di pilpres 2024. 

Baca Juga:Cerita Puan Maharani Menangkan Ganjar di Pilkada Jateng: Biar Saya jadi Panglima Tempur

Lalu bagaimana posisi elektabilitas Ganjar Pranowo dan Puan Maharani? Hasil survei yang dilakukan oleh Y-Publica menunjukkan elektabilitas Ganjar Pranowo menembus 20,2 persen untuk pertama kalinya sejak survei Maret 2020.

"Elektabilitas Ganjar terus melaju hingga berhasil tembus 20,2 persen," kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (26/5/2021) dilansir dari ANTARA.

Elektabilitas Ganjar pada survei kali ini melampaui Prabowo Subianto yang selama ini unggul di puncak elektabilitas. Elektabilitas Prabowo sebesar 16,7 persen dan dibayangi oleh Ridwan Kamil sebesar 15,9 persen.

Sementara itu, Puan Maharani turun elektabilitasnya di bawah 1 persen, yaitu 0,7 persen. Menurut Rudi, hal menarik jika melihat pernyataaan elite PDIP lainnya belakangan ini yang terkesan menyindir Ganjar.

Ganjar dinilai terlalu berambisi menjadi calon presiden dengan lebih banyak tampil di media sosial dibandingkan bekerja di lapangan.

Baca Juga:Viral Poster Ganjar Pranowo Menuju Nasdem, Warganet: Berani Keluar PDIP?

Pada kenyataannya, kata dia, posisi kepala daerah memang cenderung semakin strategis, khususnya sejak pandemi Covid-19 melanda.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini