"Tugas saya mengangkat peti jenazah dari ambulans saat sudah sampai pemakaman hingga sampai ke liang lahat. Terus ngurug tanah juga," ucapnya.
Hingga saat ini sejak minggu lalu ia masuk dalam tim pemakaman, Amanat sudah mengubur puluhan peti jenazah pasien Covid-19. Bahkan pada hari kemarin saja, ia baru selesai bertugas pukul 05.00 WIB.
"Saya total sudah memakamkan 22 jenazah sejak minggu lalu. Kalau dibilang lelah, ya pasti lah. Tapi disitu ada rasa senang karena bisa membantu orang-orang yang membutuhkan. Pengalaman saya juga bisa turut andil dalam massa pandemi ini," tuturnya.
Pengalaman paling tidak terlupakan saat bertugas adalah, hari Sabtu (17/7/2021) kemarin. Karena dalam satu hari ia memakamkan sembilan jenazah pasien Covid-19.
Baca Juga:Cara Sholat Idul Adha di Rumah Sesuai Anjuran MUI, Mudah dan Lengkap
"Saya tadi bangun siang, karena memang kemarin luar biasa, dalam sehari saya memakamkan 9 jenazah. Saya berangkat jam 15.00 WIB sore. Tadi baru selesai jam 05.00 WIB pagi," katanya.
Kegiatan ini murni panggilan kemanusiaan. Karena pada saat awal diajak, dirinya tidak memikirkan masalah imbalan. Meski dalam hati kecilnya ada ketakutan, namun ia pasrah pada sang pencipta.
"Dari awal diajakpun ga tawaran akan dibayar gitu ya. Kalau masalah takutnya sih saya pasrah saja sama yang diatas. Karena saya percaya kalau kita niatkan untuk menolong, pasti akan dibantu sama yang diatas," tutupnya.
Ia berkomitmen untuk tetap menjadi relawan pemakaman jenazah Covid-19 hingga angka kematiannya mereda. Karena hingga saat ini tim BPBD Banyumas masih membutuhkan tenaga lebih karena angka kematian yang tak kunjung menurun.
Kontributor : Anang Firmansyah
Baca Juga:Mirip The Immortal, Kisah Nenek 95 Tahun di Pontianak Sembuh dari Covid-19