alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Isolasi Mandiri Saat Terpapar Covid-19, Dokter Faheem: Jangan Konsumsi Antibiotik

Budi Arista Romadhoni Rabu, 21 Juli 2021 | 18:10 WIB

Isolasi Mandiri Saat Terpapar Covid-19, Dokter Faheem: Jangan Konsumsi Antibiotik
Ilustrasi aat menjalani isolasi mandiri ternyata Dokter Faheem tak menyarankan mengkonsumsi antibiotik. (Foto: shutterstock)

Saat menjalani isolasi mandiri ternyata Dokter Faheem tak menyarankan mengkonsumsi antibiotik

SuaraJawaTengah.id - Terpapar Covid-19 mengharuskan seseorang melakukan isolasi mandiri (Isoman). Apalagi saat rumah sakit dan tempat isolasi terpusat lagi penuh-penuhnya, isoman menjadi alternatif jika terinfeksi virus Corona. 

Isolasi mandiri di rumah dilakukan bagi orang yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Mereka diharuskan mengisolasi selama 10-14 hari. 

Lalu bagaimana merawat diri saat melakukan isolasi mandiri di rumah? 

Dilansir dari himedik.com, Dr Faheem Younus menjawab bagaimana merawat Covid-19 di rumah dalam Simposium Covid-19 bertajuk Optimis Indonesia Pulih pada Sabtu (17/7/2021) secara online. 

Baca Juga: 4 Cara agar Pasien Isoman Cepat Pulih

Dokter Faheem menegaskan jika merawat Covid-19 dari rumah Anda disarankan untuk tak mengonsumsi antibiotik

"Anibiotik bukan obat yang tepat untuk Covid-19, faktanya 90 persen pasien Covid-19 tak membutuhkan antibiotik sebab antibiotik membunuh bakteri bukan virus," ujar dokter Faheem yang merupakan pakar penyakit menular dari University of Maryland Upper Chesapeake Health.

"Sepertiga pasien biasanya mendapatkan efek samping antibiotik ayng terkadang mirip dengan gejala Covid-19, kadang-kadang orang tidak tahu apakah itu gejala Covid-19 atau efek samping antibiotik," imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa kebanyakan antibiotik bisa menyebabkan resistensi antibiotik. Kondisi ini menyebabkan antibiotik tak lagi manjur saat Anda terkena penyakit bakteri di waktu mendatang. 

Selain antibiotik, dokter Faheem juga menyatakan bahwa banyak pasien yang masih merasa lemas meski sudah lebih dari 10 hari infeksi. Ia menyatakan bahwa kondisi tersebut masih sangat wajar atau normal. 

Baca Juga: Kisah Gadis Cantik yang Berani Bertaruh Nyawa Demi Bantu Pasien COVID-19

"Dalam dua minggu Anda akan membaik 80 persen, 20 persennya terjadi dalam 5 hingga 6 minggu. Memang agak lama, intinya jika Anda tak memburuk tentu itu tanda bahwa kondisi Anda membaik [meski masih lemas]," imbuhnya. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait