Hal serupa juga ternyata dirasakan oleh Kipli (samaran) yang takut dengan jarum suntik. Ia mengaku trauma dengan darah. Sewaktu kecil, Kipli melihat salah satu anggota keluarganya terkena parang, kemudian di bawa dokter dan disuntik.
"Waktu disuntik saya lihat darahnya muncrat banya, saya takut kalau nanti darahnya habis," ungkapnya sambil ketakutan.
Namun, si Kipli tidak separah Yayat yang harus dijagal petugas untuk antisipasi agar tidak kabur atau berontak.
Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banjarnegara, Karyono mengatakan, penghuni rutan yang berjumlah 102 napi belum semuanya dapat vaksin. Hal ini dikarenakan adanya kendala NIK yang diperbaharui.
Baca Juga:Siap Divaksin Dosis Pertama, Aurel: Semoga Baik-Baik Aja
Ia berharap, dengan adanya vaksinasi dapat mengurangi potensi tingginya tingkat penularan Covid-19. Selain itu, daya tahan para napi dapat lebih kuat setelah mendapat vaksin.
"Di rutan ini memang rentan sekali karena ruangnya terbatas dan kapasitas hunian sudah lebih," ujarnnya.
Kontributor : Citra Ningsih