alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sejarah Baru Bulu Tangkis Indonesia, Greysia/Apriyani Bisa Lolos ke Final Olimpiade

Budi Arista Romadhoni Minggu, 01 Agustus 2021 | 06:22 WIB

Sejarah Baru Bulu Tangkis Indonesia, Greysia/Apriyani Bisa Lolos ke Final Olimpiade
Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Polii memeluk rekannya Apriyani Rahayu usai mengalahkan lawannya asal Denmark Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen dalam pertandingan babak final Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/1). [Suara.com/Alfian Winanto]

Bulu tangkis Indonesia mencetak sejarah baru lewat penampilan ganda putri Gresysia polii dan Apriyani Rahayu

SuaraJawaTengah.id - Ajang olah raga Olimpiade menjadi gelaran yang selalu ditunggu-tunggu atlet atlet kelas dunia. Rekor baru selalu dicatatkan pada ajang tersebut. Termasuk bulu tangkis Indonesia

Bulu tangkis Indonesia mencetak sejarah baru lewat penampilan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang berhasil menyabet tiket ke babak final Olimpiade Tokyo 2020 setelah mengalahkan unggulan keempat asal Korea Selatan Lee Sohee/Shin Seungchan pada Sabtu di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang.

Dalam pertarungan semifinal ajang paling bergengsi sejagad itu, Greysia/Apriyani memetik kemenangan straight game 21-19, 21-17 atas pasangan negeri ginseng tersebut.

Dengan hasil itu, maka untuk pertama kalinya Indonesia memiliki wakil dari sektor ganda putri yang akan tampil di partai final Olimpiade.

Baca Juga: Belinda Bencic Raih Emas Tenis Tunggal Putri Olimpiade Tokyo

Sejak bulu tangkis pertama kali dinobatkan sebagai salah satu cabang olahraga resmi dalam ajang Olimpiade, yaitu pada Olimpiade 1992 di Barcelona, ganda putri Indonesia belum pernah menyumbang medali, bahkan tidak pernah sampai ke babak semifinal.

Pada Olimpiade 1992, Indonesia diwakili oleh Finarsih/Lili Tampi dan Erma Sulistianingsih/Rosiana Tendean. Namun Erma/Rosiana lebih dulu terhenti di babak pertama. Sementara Finarsih/Lili hanya mampu bertarung hingga perempat final setelah disingkirkan pasangan Korea Selatan Gil Young-Ah/Shim Eun-jung.

Setelah itu, pada Olimpiade 1996 yang diselenggarakan di Atlanta, Indonesia kembali mengirimkan dua ganda putri, yaitu Finarsih/Lili Tampi dan Eliza Nathanael/Zelin Resiana.

Tapi kali ini hasilnya berbeda, Finarsih/Lili kandas di babak kedua. Sedangkan Eliza/Zelin finis di perempat final usai menghadapi pasangan China Ge Fei/Gu Jun.

Di Olimpiade Sydney 2000, ganda putri Merah Putih juga belum beruntung. Deyana Lomban/Eliza Nathanael langsung terhenti di babak pertama. Sementara Etty Tantri/Chynthia Tuwankotta takluk di tangan wakil China Ge Fei/Gu Jun di perempat final.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo: Mundur dari Ganda Campuran, Djokovic Pulang Tanpa Medali

Selanjutnya di Olimpiade Athena 2004, Indonesia hanya mengirim satu ganda putri, yakni Jo Novita/Lita Nurlita, yang kemudian dipaksa bertekuk lutut oleh Yang Wei/Zhang Jiewen asal China pada putaran kedua.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait