facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Yuk Isoman Iso di Magelang, Gencar Bantu Pasien Isolasi Mandiri

Ronald Seger Prabowo Senin, 02 Agustus 2021 | 11:36 WIB

Kisah Yuk Isoman Iso di Magelang, Gencar Bantu Pasien Isolasi Mandiri
Penyerahan bantuan untuk warga yang menjalani isolasi mandiri dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Magelang. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Konsultasi medis jarak jauh ini merupakan bagian dari gerakan sosial Isoman Iso yang memberikan pendampingan bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di Magelang.

Berbagi Nasi Magelang mengutamakan kerja sosial membagikan makanan untuk orang yang banyak berkegiatan di jalanan dan orang telantar. Selama pendemi Berbagi Nasi juga ikut membantu menyediakan makanan siap santap untuk warga isoman.

Sedangkan Jamaah Kopdariyah adalah komunitas Kebhinekaan yang diinisiasi Gus Yusuf Chudlori, KH Achm Labib Asrori, dan Romo Krisno Handoyo Pr. Mereka bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan kerukunan umat beragama. 

“Akhirnya kami ngobrol piye back up konco-konco. Cari oksigen pontang panting, dapat satu tabung terus ada dua tabung gantian. Kami agak kerepotan. Akhirnya ngobrol bareng-bareng yuk kita nyengkuyung konco-konco yang isoman,” kata Koordinator Isoman Iso, Adhang Legowo.

Bantuan Logistik dan Konsultasi Kesehatan

Baca Juga: Bosnya jadi Tersangka, Polisi-Jaksa Izinkan PT ASA Penimbun Obat Covid Kembali Beroperasi

Hingga 30 Juli 2021, jumlah total kematian warga saat melakukan isolasi mandiri dan di luar rumah sakit di seluruh Indonesia mencapai 2.833 orang. Kebanyakan keluarga pendamping pasien minim pengetahuan soal gejala fatal yang menyertai Covid.

Data kematian isoman yang dirangkum LaporCovid-19.org, mencatat kematian terlacak dari 99 kabupaten/kota di 17 provinsi. Jumlah real di lapangan diperkirakan lebih banyak, karena baru Provinsi DKI Jakarta yang secara resmi terbuka mendata kematian pasien saat isolasi mandiri.

Ada beberapa sebab pasien Covid terutama yang bergejala sedang hingga berat melakukan isolasi mandiri. Kebanyakan karena tidak mendapat ruang perawatan di rumah sakit.

Grafik jumlah pasien yang meninggal saat melakukan isoman meningkat sejak awal Juni 2021. Pada periode yang sama, banyak rumah sakit penuh sehingga tak lagi mempu menampung pasien.

“Kami coba mengembangkan data warga yang sedang isoman. Kami membuat google form yang kami share lewat jejaring WA teman-teman. Form itu yang disebar ke tetangga yang sedang isoman,” ujar Adhang.

Baca Juga: Satgas Riau: Kasus Kematian Covid-19 Meningkat Karena Belum Vaksin dan Terlambat ke RS

Warga yang isoman kemudian mengisi daftar kebutuhan harian. Data kebutuhan ini dikomunikasikan dengan para donatur, sehingga jenis barang yang disalurkan lebih akurat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait