Kota Semarang Batal Berstatus PPKM Level 1, Ini Alasannya

Kota Semarang sebenarnya bisa menerapkan PPKM Level 1, namun hal itu batal terjadi karena tidak bisa memenuhi syarat dari pemerintah pusat

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 01 September 2021 | 17:12 WIB
Kota Semarang Batal Berstatus PPKM Level 1, Ini Alasannya
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan keterangan pers di Kantornya Senin (26/7/2021). [Dok Humas]

SuaraJawaTengah.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Semarang sudah turun ke level 2. Namun, Ibukota Jawa Tengah itu sebenrnya bisa ke level 1.  

Kota Semarang ternyata tidak memenuhi target testing. Maka kemudian hanya bisa turun ke PPKM Level 2.

Berdasarkan Instruksi Mendagri No. 38/2020 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 yang berlaku mulai 31 Agustus – 6 September, Kota Semarang ditetapkan sebagai daerah yang mengalami penurunan dari level 3 ke level 2.

Menyadur dari Solopos.com, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengaku masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Terutama dalam meningkatkan jumlah testing dan tracing.

Baca Juga:Pengamat Nilai Sudah Saatnya Objek Wisata di Jabar Dibuka

Hendi bahkan menyatakan akibat jumlah testing dan tracing yang terbilang masih kurang itu, Kota Semarang pun batal ditetapkan PPKM Level 1.

“Data testing dan tracing kita memang tidak begitu baik. Sebenarnya kalau baik, Semarang itu enggak cuma level 2, tapi bisa level 1,” ungkap Hendi saat menggelar jumpa pers di Balai Kota Semarang, Senin (31/8/2021).

Berdasarkan Inmendagri No. 35/2021 yang berlaku pada 24-30 Agustus, atau saat ditetapkan PPKM Level 3, Kota Semarang ditarget menggelar testing 3.984 orang per hari.

Ilustrasi PPKM (Kolase foto/Suara.com/ANTRA)
Ilustrasi PPKM (Kolase foto/Suara.com/ANTRA)

Target Kota Semarang PPKM Level 1

Jika mampu memenuhi target itu, positivity rate Kota Semarang pun akan berada di bawah 5%. Atau sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan layak menyandang status Level 1.

Baca Juga:Pemerintah Diminta Tak Asal, Kebijakan Serampangan Berdampak Pada Ekspektasi Pelaku UMKM

Namun selama sepekan terakhir, Kota Semarang tidak mampu memenuhi target itu. Positivity rate di Kota Semarang pun hingga kini masih berada di angka 12,2%.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini