alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Ada Orang Tua Saat Ijab Kabul, Ini Urutan yang Bisa Menjadi Wali Nikah

Budi Arista Romadhoni Rabu, 01 September 2021 | 22:00 WIB

Tak Ada Orang Tua Saat Ijab Kabul, Ini Urutan yang Bisa Menjadi Wali Nikah
Ilustrasi pernikahan. Wali Nikah harus ada dalam upacara pernikahan atau ijab Qobul dalam ajaran Islam. (Pixabay/Stoksnap)

Wali Nikah harus ada dalam upacara pernikahan atau ijab Qobul dalam ajaran Islam

SuaraJawaTengah.id - Menikahkan seseorang membutuhkan wali nikah. Hal itu sebagai syarat wajib dalam Islam. 

Wali nikah merupakan salah satu rukun dari 5 rukun nikah dalam Islam yang wajib dipenuhi dalam sebuah pernikahan.

Jika wali nikah tidak ada atau tidak hadir dalam sebuah pernikahan, maka pernikahan tersebut dinyatakan batal dan tidak sah. Lalu siapa yang berhak menjadi wali nikah? 

Simak berikut ini daftar urutan orang yang bisa menjadi wali nikah.

Baca Juga: Dari 1-10, Kadar Rasa Sayang Celine Evangelista ke Stefan William Hanya 2!

Wali nikah adalah pihak dari laki-laki dari keluarga mempelai wanita yang memiliki tugas untuk mengawasi kondisi mempelai saat pernikahan berlangsung. Wanita yang menikah harus berdasarkan persetujuan walinya.

Hal ini telah tercantum dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa di antara perempuan yang nikah dengan tidak seizin walinya, nikahnya itu batal." (HR Aisyah RA) dan "Jangan menikahkan perempuan akan perempuan yang lain dan jangan pula menikahkan perempuan akan dirinya sendiri." (HR Ibnu Majah).

Ilustrasi pernikahan (pexels.com/vjapratama)
Ilustrasi pernikahan (pexels.com/vjapratama)

Urutan Wali Nikah

Urutan orang yang bisa menjadi wali nikah telah dijelaskan dalam Matan al-Ghâyah wa Taqrîb (Surabaya: Al-Hidayah, 2000), hal. 31 karya Imam Abu Suja’ yang dilansir dari laman NU Online yakni sebagai berikut.

  1. Ayah
  2. Kakek. Kakek yang dimaksud dalam hal ini ialah kakek dari pihak ayah.
  3. Saudara lelaki kandung. Yakni saudara lelaki mempelai wanita yang tunggal ayah dan ibu. Ia bisa merupakan kakak maupun adik.
  4. Saudara lelaki seayah. Yakni saudara lelaki mempelai wanita yang tunggal ayah namun beda ibu.
  5. Paman. Paman yang dimaksud di sini ialah saudara lelaki ayah. Baik yang lebih tua dari ayah (jawa: pak de), ataupun lebih muda (jawa: pak lik), dengan memprioritaskan yang paling tertua diantara mereka.
  6. Anak lelaki paman dari pihak ayah.
     

Jika dari keenam daftar urutan wali nikah tersebut tidak ada maka orang yang bisa menjadi wali nikah adalah wali hakim.

Baca Juga: Sebenarnya Diundang ke Pernikahan Lesti Kejora, Ini yang Bikin Aty Kodong Kecewa

Syarat Wali Nikah dan Saksi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait