Curhatan Penjual Barang Antik di Semarang, Terpaksa Hutang untuk Beli Bensin dan Makan

Penjual barang antik di Semarang mengharapkan pemerintah bisa membuka kembali pariwisata, mere sudah tak kuat membeli makan dan bensin

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 07 September 2021 | 10:57 WIB
Curhatan Penjual Barang Antik di Semarang, Terpaksa Hutang untuk Beli Bensin dan Makan
Salah satu penjual barang antik di Kota Lama Semarang. [suara.com/Dafi Yusuf]

SuaraJawaTengah.id - Pelonggaran pariwisata di Kota Semarang ternyata tak begitu berdampak kepada pelaku usaha di sekitar Kota Lama Semarang. Bahkan sebagian dari mereka terpaksa berhutang untuk mencukupi kebutuhan hidup dan sekedar beli bensin.

Penjual barang antik Kota Lama, Siti mengatakan, pembeli yang datang masih sepi. Sampai saat ini usaha jualan barang antik tak bisa diandalkan. Padahal, lanjutnya, sekarang anak-anak sudah mulai berangkat sekolah.

"Tak kuat bayar seragam juga, jualan masih sepi," jelasnya saat ditemui di Kota Lama Semarang, Selasa (7/92021).

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, dia terpaksa untuk berhutang karena pembeli di tokonya benar-benar sepi. Sampai saat ini, bisnisnya belum bisa diandalkan untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Baca Juga:Herd Immunity Jadi Jurus Pulihkan Sektor Pariwisata Provinsi Bali

"Ya mau gimana lagi, sebenarnya tak mau berhutang namun kondisi mendesak," ujarnya.

Jika dia bandingkan dengan tahun sebelumnya pada bulan yang sama penjualannya turun signifikan. Prosentasenya  berkurang hingga 70 persen.

Salah satu sudut Kota Lama Semarang, The Little Amsterdam [Suara.com/Ukirsari Ingram]
Salah satu sudut Kota Lama Semarang, The Little Amsterdam [Suara.com/Ukirsari Ingram]

"Berkurangnya banyak, tak bisa diandalkan. Meski dilonggarkan lampu-lampunya juga banyak  yang tak dihidupkan jadi pada takut," keluhnya.

Di Kota Lama, Siti menjual barang-barang antik mulai tahun 1980-an. Barang yang dia jual mulai Rp 300 ribu hingga jutaan tergantung umur barang tersebut.  

"Kalau yang paling mahal itu guci keramik dari China harganya Rp 3 juta," paparnya.

Baca Juga:Perkampungan Setu Babakan Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik di Indonesia

Hal yang sama juga dikeluhkan penjualan barang antik lain, Sinta juga mengeluhkan soal lampu penerangan jalan. Selama pandemi ekonominya tak stabil karena pemasukan sangat berkurang.

"Saya 2 tahun ekonominya goncang, harpannya pelonggaran ini bisa balik modal tapi lampu-lampu jalan kalau malam tak dinyalakan, jadi sepi," keluhnya.

Dia berharap lampu yang ada  di jalan Kota Lama Semarang segera dihidupkan. Selain itu, dia juga berharap kondisinya kembali normal meski sampai saat ini pemebeli di toko miliknya masih sepi.

"Setidaknya harapan itu yang saat ini bisa diandalkan," paparnya.

Kontributor : Dafi Yusuf

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak