Jateng Belajar dari Belanda, Antisipasi Pantura Terancam Tenggelam

Pesisir pantura diprediksi akan tenggelam lebih cepat, hal itu tentu saja membuat banyak pihak khawatir

Budi Arista Romadhoni
Senin, 04 Oktober 2021 | 13:23 WIB
Jateng Belajar dari Belanda, Antisipasi Pantura Terancam Tenggelam
Seorang warga mendorong motornya yang mogok karena nekat menembus banjir yang merendam Jalur Pantura Kaligawe-Genuk, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2021). ANTARA FOTO/Aji Styawan

SuaraJawaTengah.id - Pasisir pantai utara Jawa Tengah terancam tenggelam. Hal itu karena permukaan tanah semakin menunjukan penurunan.

Diketahui, ancaman pesisir pantura Jawa Tengah tenggelam lambat laun semakin nyata. Jika tidak ditangani dengan tepat, wilayah pesisir ini diprediksi tenggelam dalam 15 tahun ke depan.

Menyadur dari Solopos.com, untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belajar kepada bangsa Belanda. Pada Rabu (29/9/2021), Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menerima kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns, di Kota Semarang.

Salah satu hal yang menjadi pembahasan dalam pertemuan itu adalah cara mengantisipasi penurunan muka tanah atau land subsidence, seperti yang terjadi di wilayah pantura.

Baca Juga:Gerakan Mobil Masker BNPB Menembus Daerah di Pantura

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Eko Yunianto, mengatakan, ancaman pantura tenggelam adalah prioritas yang harus ditangani dengan serius.

“Seperti yang disampaikan Duta Besar Belanda, kita menghadapi (ancaman tenggelam) di Sayung Demak, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, itu yang top prioritas yang harus segera kita tangani, tapi bukan berarti yang lain tidak. Seluruh pantura atau seluruh di manapun itu kan membutuhkan air baku,” kata Eko, seusai mendampingi gubernur pada kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, seperti dikutip dari Jatengprov.go.id, Senin (4/10/2021).

Poin penting yang menjadi tantangan dalam mengantisipasi penurunan muka tanah di pantura adalah manajemen air. Selama ini penggunaan air baku dari air tanah di pantura masih cukup tinggi.

“Kalau kita selama ini di pantura itu beban masih menggunakan air tanah, pasti memberikan kontribusi kepada kecepatan pada land subsidence. Nah tugas pemerintah adalah bagaimana secara gradual (berangsur-angsur) mengganti posisi fungsi yang tadinya air konsumsi sehari-sehari dari air tanah dari air permukaan,” bebernya.

Upaya yang telah dilakukan pemerintah adalah pendirian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional kawasan Bregas (Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kota Slawi), SPAM Petanglong (Pekalongan, Batang, Kota Pekalongan), Semarang Barat memanfaatkan Waduk Jatibarang, SPAM Dadimuria (Grobogan, Kudus, Pati, Jepara), SPAM Wosusokas (Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Surakarta, dan Karanganyar) dan SPAM Keburejo (Kebumen dan Purworejo).

Baca Juga:Kota Semarang Terancam Tenggelam, Ini Penyebab Terjadinya Banjir Rob Setiap Musim Kemarau

Selain penggunaan air tanah yang berlebihan, ancaman banjir rob juga harus diantisipasi dengan baik. Dalam hal ini Pemprov Jateng telah berupaya melakukan penanganan dengan membangun tol laut di Demak.

Selain itu, Pemprov Jateng juga berharap masyarakat turut berpartisipasi dengan menanam mangrove untuk mengembalikan ekosistem alami.

“Pendekatannya, karena kita tahu lingkungan kita, dia (Belanda) punya teknologi, kita integrasikan. Karena intinya water management itu disiplin menjaga elevasi,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak