alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mahasiswi Kebidanan Buang Bayinya: Kini Dia Jadi Tersangka, Bagaimana Kasus Ini Terungkap?

Siswanto Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:58 WIB

Mahasiswi Kebidanan Buang Bayinya: Kini Dia Jadi Tersangka, Bagaimana Kasus Ini Terungkap?
Ilustrasi bayi. (Pexels)

DD seorang mahasiswi magang di Puskesmas Tumpang, Kabupaten Malang. Dia membuang bayinya di Desa Ledoksari, Jawa Timur.

SuaraJawaTengah.id - Seorang mahasiswi kebidanan mengakui telah membuang bayi yang tak diinginkannya. Polisi sudah menetapkan yang bersangkutan menjadi tersangka.

DD seorang mahasiswi magang di Puskesmas Tumpang, Kabupaten Malang. Dia membuang bayinya di Desa Ledoksari, Jawa Timur.

Dalam salah satu pemeriksaan yang dilakukan polisi, dia mengaku "tidak berkenan dengan kehamilannya, karena hasil di luar nikah." 

Meski telah diketahui keberadaannya dan ditetapkan menjadi tersangka, dia tidak ditahan dengan alasan kemanusiaan. DD sedang menjalani perawatan medis usai persalinan. Tapi polisi tetap mengawasinya. 

Siapa ayah bayi?

Tak butuh waktu lama menemukan ayah dari bayi itu. Berdasarkan informasi yang dihimpun polisi, ayah dari bayi yang dibuang DD diketahui berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Polisi sudah mengantongi identitas lelaki tersebut.

"Kami sudah dapat informasi saat ini di Sumba," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang AKP Donny K. Baralangi dalam laporan kontributor Suara.com Bob Bimantara Leander.

Keadaan bayi berangsur-angsur membaik setelah ditemukan warga.

Setelah dirawat Camat Tumpang Sukarlin tak lama setelah ditemukan, bayi diserahkan kepada keluarga DD atas permintaan mereka.

Bagaimana kasus terungkap?

Dalam laporan Beritajatim disebutkan, kasus terungkap setelah warga menemukan kantung plastik berisi bayi berjenis kelamin lelaki.

Penemuan tersebut kemudian memicu pencarian orang tua bayi.

Saksi menyebutkan mahasiswi tersebut baru dua pekan melaksanakan praktik magang sebagai perawat.

Saksi juga menyebutkan mahasiswi tersebut sedang hamil.

Dari keterangan saksi, polisi menemui mahasiswi di rumahnya di Kecamatan Timpang.

“Di sana kami memang menemukan seorang DD itu sedang terbaring lemas seperti pasca melahirkan. Ia pun kemudian mengakui anak tersebut,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang AKP Dony Baralangi.

Setelah kasus terungkap, keluarga mahasiswi menyatakan ingin merawat bayi.

“Untuk kepastiannya nanti akan kami sampaikan lebih lanjut. Kemungkinan bayi ini akan kami serahkan ke pihak keluarga DD untuk dirawat. Tentunya dengan sepengetahuan ibu DD selaku ibu kandungnya,” kata dia. 

Komentar

Berita Terkait