alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Semarang Terancam Tenggelam, Pengambilan Air Tanah Bakal Dibatasi

Ronald Seger Prabowo Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:36 WIB

Semarang Terancam Tenggelam, Pengambilan Air Tanah Bakal Dibatasi
Seorang ibu tengah mengendong bayinya berjalan dalam genangan air di wilayah Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Kamis (25/2/2021). [Semarangpos.com/BPBD Kota Semarang]

Sampai saat ini suplai air dari PDAM sudah mencapai 80 persen dari hitungan kepala keluarga maupun industri.

SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Kota Semarang bakal membuat peraturan daerah (Perda) untuk menyikapi pengambilan air dalam tanah yang menyebabkan penurunan tanah di Kota Semarang. 

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, jika suplai air dari PDAM sudah cukup pihaknya akan membuat pembatasan atau bahkan pelarangan untuk mengambil air tanah.

"Seharusnya memang ada Perda, kalau persediaannya sudah cukup, kita akan melakukan pembatasan atau bahkan pelarangan," jelasnya saat ditemui di Kantor Wali Kota Semarang, Selasa (18/10/2021).

Sampai saat ini suplai air dari PDAM sudah mencapai 80 persen dari hitungan kepala keluarga maupun industri. Menurutnya, sebagian banyak sudah bisa dicukupi suplai dari PDAM. 

Baca Juga: Bocah Asal Jetis Korban Laka Air, BPBD Bantul Ingatkan Warga Pahami Karakteristik Sungai

"Dengan selesainya spam Semarang Barat sudah menambah kapasitas suplai air PDAM," ujarnya.

Untuk mencapai 100 persen, pihaknya akan membuat beberapa spam lagi. Untuk saat ini sudah ada beberapa titik yang potensial  dibangun spam air bersih berikutnya.

"Sistem penyediaan air bersih yang saat ini sedang lelang ada di Pudakpayung dan Jatisari"paparnya.

Sebelumnya, Departemen Sistem Air Terpadu dan Tata Kelola pada IHE Delft Institute for Water Educatio, Michelle Kooy mengatakan,  pesisir Kota Semarang akan hilang dalam waktu 10 tahun yang akan datang jika tak ada perubahan.

"Ini tergantung dengan pilihan-pilihan yang diambil oleh pemangku jabatan,"  jelasnya beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Polisi Terus Selidiki Kasus 11 Siswa Mts Tewas Terbawa Arus Sungai

Selain itu, dia mengingatkan agar Pemerintah Kota Semarang membuat perencanaan  dan arah kebijakan yang sesuai dengan kondisi daerah di Kota Semarang, terutama yang ada di kawasan pesisir.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait