Jika Demak Tenggelam, akankah Selat Muria Muncul Kembali?

Kabupaten Demak diprediksi akan tenggelam, sebab daerah tersebut mengalami abrasi yang parah, hingga beberapa desa telah tenggelam secara permanen

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 27 Oktober 2021 | 12:56 WIB
Jika Demak Tenggelam, akankah Selat Muria Muncul Kembali?
Ilustrasi keberadaan Selat Muria yang pernah ada, akankah kembali muncul setelah Kabupaten terancam tenggelam [Solopos/Instagram/@patisakpore]

Salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Sayung, Sayidi mengatakan sudah ada dua desa di kecamatan tersebut yang dibedol akibat abrasi dan banjir rob ini. Lahan pertanian yang tenggelam sekitar 1000 hektar (Ha). Sayidi juga mengatakan bahwa bencana abrasi ini sudah mulai terasa sejak 1997, di mana banyak lahan dan daratan yang mulai terkikis hingga masuk ke pemukiman warga.

Sementara itu, Sekjen Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI), Masnuah mengatakan bahwa bencana iklim ini sangat parah dan berdampak besar bagi masyarakat pesisir, khususnya di Kabupaten Demak yang hampir semua desa tenggelam akibat abrasi dan banjir rob ini. Namun parahnya, hal ini belum dianggap sebagai bencana bagi pemerintah.

Padahal bencana iklim ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah melalui proyek-proyek pembangunan yang dilakukan.  Senada dikatakan oleh akademisi Unisula, Mila Karmilah yang mengatakan secara spesifik bahwa bencana abrasi ini mulai dirasakan sejak pembangunan Tanjung Emas serta pembangunan masif lainnya di kawasan pesisir yang menyebabkan perubahan aliran air laut dan penurunan tanah (land subsidence) serta naiknya permukaan laut (sea level rises)

Kembalinya Selat Muria

Baca Juga:Abrasi Sungai di Padang Pariaman, Puluhan Keluarga Mengungsi

Dengan banyaknya desa di kawasan pesisir Kabupaten Demak ini, diprediksi pada 2050 mendatang, Kabupaten Demak secara keseluruhan akan tenggelam. Hasil prediksi ini dikeluarkan oleh Climate Central dan berdasarkan simulasi dari organisasi tersebut, tenggelanya Kabupaten Demak ini juga diikuti dengan kabupatnen lainnya, seperti Kudus dan Pati. Dengan tenggelamnya Kabupaten Demak beserta daerah lainnya , memungkinkan selat muria yang dulu pernah ada, pemisah antara Pulau Jawa dan Gunung Muria akan muncul kembali.

Seperti yang sudah diberitakan di Solopos.com,  selat muria adalah cikal bakal munculnya kabupaten-kabupaten pantura, seperti Demak, Grobogan dan Pati. Hilangnya selat muria ini diperkirakan terjadi pada abad ke-17 karena sedimentasi yang menyebabkan bersatunya Gunung Muria dan Pulau Jawa.

Selat Muria merupakan perairan purba yang kemudian mengalami pendangkalan dari proses sedimentasi material beberapa sungai yang bermuara di daerah yang sekarang disebut Grobogan, Demak, Kudus, dan Pati. Selain itu, pendangkalan itu juga disebabkan karena longsoran letusan Gunung Muria.

Terkait prediksi tenggelamnya Kabupaten Demak ini,  Gubernur Jawa Tengah,  Ganjar Pranowo menggadeng rekan-rekan dari Polda Jawa Tengah menggelar program “Mageri Segara”, yaitu berupa penanaman bibit mangrove di Desa Bendono.

Program ini merupakan upaya pemerintah provinsi Jawa Tengah dalam mengantisipasi prediksi tenggelamnya Kabupaten Demak, khususnya daerah pesisir. Ganjar mengatakan jika tata ruangnya diatur dengan baik, maka ancaman tenggelamnya Kabupaten Demak karena dua tantangan yang disebutkan sebelumnya bisa dikendalikan dan diantisipasi.

Baca Juga:Mbah Minto Warga Demak Nekat Bacok Pencuri Ikan, Alasannya: Saya Disetrum

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini