alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mantab, Pemberhentian BRT Trans Jateng Rute Solo-Sumberlawang Telah Ditambah

Ronald Seger Prabowo Kamis, 18 November 2021 | 22:18 WIB

Mantab, Pemberhentian BRT Trans Jateng Rute Solo-Sumberlawang Telah Ditambah
Penumpang naik BRT Trans Jateng Koridor I di Jl. Solo-Purwodadi, tepatnya di depan MTsN 8 Sragen, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Kamis (18/11/2021). [Solopos.com/Wahyu Prakoso]

Ada 11 titik pemberhentian BRT dengan total tempat naik dan turun penumpang menjadi 41 titik.

SuaraJawaTengah.id - Titik pemberhentian bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Koridor I di sepanjang rute Terminal Tirtonadi-Sumberlawang, Sragen telah ditambah Pemprov Jateng.

Tak tanggung-tanggung, ada 11 titik pemberhentian BRT dengan total tempat naik dan turun penumpang menjadi 41 titik.

Diwartakan Solopos.com--jaringan Suara.com, salah satu Koordinator Layanan BRT Trans Jateng Koridor I, Lasdiyanto, menjelaskan penambahan titik pemberhentian baru sesuai kajian kebutuhan pengguna.

“Kajian penambahan berdasarkan pengamatan potensi daerah setempat dengan keramaian, masukan penumpang, dan sekolah dari kalangan pelajar,” kata dia, Kamis (18/11/2021).

Baca Juga: Harga Telur Ayam Anjlok, Pemprov Jateng Borong Langsung dari Peternak

Lasdiyanto mengatakan sebagian tempat naik dan turun penumpang saat ini belum berupa halte. Melainkan hanya diberi tanda dengan MMT dan rambu. Pemprov Jateng akan membangun halte pada titik-titik baru tersebut kelak.

Dari 41 pemberhentian BRT Trans Jateng sepanjang jalur Terminal Tirtonadi-Sumberlawang, lima di antaranya yang sudah dibangun halte. yakni di Terminal Tirtonadi, Sangiran, Pasar Tuban, Pasar Gemolong, dan Terminal Sumberlawang.

“Tempat yang paling banyak penumpangnya ada di pasar-pasar, sekolahan, Pasar Gemolong, Nusukan, dan Kalioso,” paparnya.

Koordinator Lapangan Trans Jateng Koridor I, Joko Widodo, mengatakan sejumlah sekolah meminta penambahan titik pemberhentian untuk para pelajar. Sarana tanda pemberhentian sementara memakai MMT sebab terbatasnya anggaran.

Baca Juga: 51 Budaya asal Jawa Tengah Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait