alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bandingkan Kenaikan UMP yang Ditetapkan Anies dan Ganjar, Musni Umar Diolok-olok Warganet

Budi Arista Romadhoni Selasa, 23 November 2021 | 08:02 WIB

Bandingkan Kenaikan UMP yang Ditetapkan Anies dan Ganjar, Musni Umar Diolok-olok Warganet
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Anies Baswedan. [Istimewa]

Musni Umar mendadak jadi sorotan warganet di media sosial. Setelah dirinya membandingkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta dengan jateng

SuaraJawaTengah.id - Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar mendadak jadi sorotan warganet di media sosial. Setelah dirinya membandingkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta dengan Jawa Tengah (Jateng). 

Karena perbandingannya soal kenaikan UMP DKI Jakarta dengan Jateng dianggap tak masuk akal. Alhasil, Murni Umar pun jadi bahan olok-olok warganet. 

Hal itu diketahui dari cuitan Musni Umar di akun twitter pribadinya. Dalam cuitan tersebut, profesor sosiolog ini menuliskan perbandingan kenaikan UMP DKI Jakarta dengan Jateng yang baru saja rilis. 

Tak diketahui pasti apa alasan yang melatarbelakangi Musni Umar membandingkan kenaikan UMP Provinsi yang dipimpin Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo tersebut. 

Baca Juga: Daftar UMP 2022 Seluruh Indonesia dari Sumatera hingga Papua, Terbaru!

"Alhamdulillah Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta telah ditetapkan Gub. Anies  sebesar Rp 4,45 juta perbulan/Rp 148,333/hari," cuit Musni Umar melalui akun @musniumar.

"Sementara UMP Provinsi Jawa telah ditetapkan Gub. Ganjar sebesar Rp 1,8 juta perbulan/Rp 60.000/hari," sambungnya. 

Sontak saja cuitan Musni Umar tersebut mengundang protes dari warganet di kolom komentar. Sebab kedua provinsi itu dinilai tidak bisa dibanding-bandingkan. 

Cuitan Musni Umar yang menyindir soal UMP DKI Jakarta dan Jateng. [Twitter]
Cuitan Musni Umar yang menyindir soal UMP DKI Jakarta dan Jateng. [Twitter]

Pasalnya perbedaan biaya hidup di DKI Jakarta jauh lebih besar ketimbang di Jateng. Sehingga cuitan yang dituliskan Musni Umar tersebut hanya memancing kontroversi semata. 

"Di Ibnu Kaldun tidak ada fakultas Ekonomi & Sosiologi ya? Sono gih, belajar sama dosen Ekon & Sosio dulu sebelum ngetweet. UMR DKI Ibu kota Negara kok dibandingkan daerah lain; biaya hidup kan lbh tinggi," kata akun @CeciliaSuwan**.

Baca Juga: Sindir Telak! PKB: MUI DKI Kalau Mau jadi Tim Sukses Anies Saja, Gak Usah Pakai Cyber Army

"Namanya juga pelacuran intelektual yg gini ini...membanding satu dengan yg lain tp ndak aple to apke...di Jawa Tengah nasi masih bisa dibeli 3000 perak...di Jakarta minimal 10.000. Coba dikalikan...ump nya," cetus akun @Semprul**.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait