alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jateng Terapkan PPKM Level 3, Gus Yasin Imbau Umat Islam Sementara Tak Menggelar Pengajian

Budi Arista Romadhoni Selasa, 07 Desember 2021 | 15:48 WIB

Jateng Terapkan PPKM Level 3, Gus Yasin Imbau Umat Islam Sementara Tak Menggelar Pengajian
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin memimpin rapat tindak lanjut arahan Wakil Presiden terkait angka kemiskinan di Jawa Tengah, Jumat (8/10/2021). [Dok Pemprov Jateng]

Gus Yasin minta umat islam di jateng tak menggelar pengajian selama PPKM level 3 digelar

SuaraJawaTengah.id - Menjelang akhir tahun pemerintah bakal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 3. Termasuk Jawa Tengah bakal menerapkan kebijakan tersebut.  

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mengimbau masyarakat untuk mematuhi kebijakan PPKM level 3 tersebut. Yaitu untuk tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan termasuk acara keagamaan. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengeluarkan larangan bagi umat Muslim agar tidak menggelar acara pengajian saat pemberlakuan PPKM Level 3.

Gus Yasin, sapaan akrabnya mengatakan supaya umat Muslim ikut serta berusaha mencegah risiko penularan virus Corona ketika libur perayaan Natal dan pergantian tahun 2021.

Baca Juga: Pemerintah Batalkan PPKM Level 3 Nataru, Epidemiolog: Alasannya Kurang Kuat

"Kita batasi aktivitas masyarakat supaya kita bersama-sama menjaga Indonesia. Termasuk acara-acara pengajian harus kita batasi, tidak usah pengajian dahulu," kata Gus Yasin, Senin (6/12/2021).

Pihaknya telah mengimbau semua warganya untuk meningkatkan kedisiplinan menggunakan protokol kesehatan serta menaati peraturan dengan membatasi berbagai kegiatan yang memicu kerumunan massa.

Ia menyatakan kegiatan pengajian sebaiknya ditiadakan sementara supaya bisa menekan lonjakan penularan COVID-19.

"Toh itu juga hanya sebentar, mari kita bersama-sama mencegah penyebaran COVID-19," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan sampai sekarang COVID-19 belum selesai karena masih terjadi penularan. Ia mencontohkan di Brunei Darussalam kasus penularan COVID-19 meningkat sehingga pemerintah setempat menutup tempat ibadah.

Baca Juga: Epidemiolog Setuju Luhut Batalkan PPKM Level 3, Apa Alasannya?

"Kita patut bersyukur virus Corona di Indonesia sudah reda. Tetapi kita semua harus tetap waspada agar penularannya tidak lagi tinggi seperti pada bulan Juli-Agustus 2021," bebernya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait