facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Berdialog dengan Presiden Jokowi, Ini Deretan Keluh Kesah Petani di Temanggung

Ronald Seger Prabowo Selasa, 14 Desember 2021 | 22:16 WIB

Berdialog dengan Presiden Jokowi, Ini Deretan Keluh Kesah Petani di Temanggung
Presiden Jokowi meninjau lumbung pangan dan berdialog dengan petani cabai di Desa Lamuk, Selasa (14/21/2021) [Sekertariat Presiden]

Presiden menyempatkan untuk berdialog dengan sejumlah petani setempat.

SuaraJawaTengah.id - Presiden Jokowi meninjau lokasi lumbung pangan (food estate) di Desa Lamuk, Kecamatan Kalijajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, hari ini, Selasa,(14/12/2021).

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyempatkan untuk berdialog dengan sejumlah petani setempat.

Usai menyapa pedagang di Pasar Kertek, Jokowi melanjutkan kunjungan ke Desa Lamuk. Masih dalam keadaan hujan, Jokowi beserta rombongan menuju lahan pertanian lumbung pangan (food estate).

Dalam dialog tersebut, para petani sempat mengeluh bingung dengan persoalan harga pascapanen.

Baca Juga: Hujan Deras, Ganjar Dampingi Jokowi Tinjau Food Estate Nasional di Wonosobo

“Alhamdulillah sudah cukup bagus kalau untuk pemeliharaan, cuma di pascapanen kita kebingungan di harga. Dan sekarang dengan adanya food estate ini kami alhamdulillah sangat didukung, Pak. Dibeli untuk harga sekarang di angka Rp15 ribu per kilonya,” ucap seorang petani Desa Lamuk, Slamet kepada Presiden.

Para petani berharap, dengan adanya food estate, para petani selain mendapat harga yang bagus juga bisa meningkatkan hasil produksi. Sehingga, harga pokok penjualan (HPP) dan harga jual cabai menjadi lebih seimbang.

Sebelumnya, para petani hanya mampu menghasilkan 7 ton per hektare. Namun sekarang hasil panen mencapai 8 ton tiap hektare.

"Kalau dulu per hektare kami hanya sekitar 6 sampai 7 ton, sekarang karena didampingi oleh program food estate ini bisa mencapai 8 ton per hektarnya," sambung dia.

Sementara untuk biaya produksi saat ini sudah relatif ringan. Hal ini dikarenakan berkurangnya penggunaan bahan kimia untuk pupuk.

Baca Juga: Petani Keluhkan Masuknya Bawang Putih Saat Panen, Jokowi ke Mendag; Keluhan Semuanya Sama

"Dari biaya produksi sudah ringan, karena kegunaan kimia sudah dikurangi, kemudian tidak begitu besar artinya di angka yang cukup rendah untuk HPP-nya,” tuturnya.

Para petani juga merasa terbantu dengan adanya lumbung pangan di wilayah tersebut.

"Adanya program food estate ini, sangat berterima kasih karena kami kegiatan setiap harinya tanam dan menanam terus dan cabai khususnya di Desa Lamuk, Kabupaten Wonosobo ini selalu kontinu, selalu ada,” ucapnya.

Dalam kunjungan Presiden kali ini didampingi oleh Ibu Negara, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat.

Kontributor : Citra Ningsih

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait