alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ternyata Belum Berizin, Ponpes Lokasi Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Demak Bakal Ditutup

Budi Arista Romadhoni Senin, 10 Januari 2022 | 16:49 WIB

Ternyata Belum Berizin, Ponpes Lokasi Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Demak Bakal Ditutup
Ilustrasi santri mengaji. Pondok pesantren yang menjadi lokasi kejadian kekerasan dan pelecehan di Kabupaten Demak yang dilakukan oleh pengasuhnya itu tak berizin. (Pexels.com)

Pondok pesantren yang menjadi lokasi kejadian kekerasan dan pelecehan di Kabupaten Demak yang dilakukan oleh pengasuhnya itu tak berizin

SuaraJawaTengah.id - Pondok pesantren yang menjadi lokasi kejadian kekerasan dan pelecehan di Kabupaten Demak yang dilakukan oleh pengasuhnya itu tak berizin. Sampai saat ini, pelaku sudah dilakukan pemanggilan oleh polisi untuk dijadikan sebagai tersangka.

Kabid Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Jateng, M Afief Mundzir mengatakan, setalah dia menelusuri keberadaan pondok pesantren Aulia Center yang berlokasi di Kabupaten Demak itu ternyata belum berizin.

"Setelah kami telusuri dari ribuan  pondok pesantren, ternyata pondok pesantren tersebut tak mempunyai  izin," jelasnya saat dihubungi, Senin (10/1/2021).

Pihaknya akan mengancam, pondok tersebut bakal  ditutup jika pelaku sudah dijadikan tersangka secara resmi yang diumumkan oleh polisi.

Baca Juga: Pengasuh Ponpes Cabuli Ustadzah dan Santrinya, Aktivis: Jangan Ada Celah untuk Damai

"Pondok pesatren tersebut belum berizin  maka akan kita tutup, " katanya.

Dia menegaskan, jika hal yang sama juga terjadi di pondok pesantren  berizin pihaknya juga  tak segan untuk menutup pondok pesantren tersebut. Putusan tersebut adalah maklumat dari kementrian agama beberaapa waktu yang lalu.

"Yang punya izinpun yang terukti secara sah dan meyakinkan ada hal seperti, peritah dari menteri pondok pesantren tersebut akan ditutup. Apalagi yang tak berizin," ucapnya.

Menurutnya, Kementerian Agama telah mengambil langkah strategis menyikapi masalah tersebut. Selain menutup dan menghentikan kegiatan belajar mengajar di lembaga tersebut, Kemenag akan memulangkan seluruh santri ke daerah asal masing-masing.

"Kemenag akan membantu mereka mendapatkan sekolah lain untuk melanjutkan belajarnya," ujarnya.

Baca Juga: Menteri Nadiem Targetkan 2022 Seluruh Kampus Sudah Miliki Satgas PPKS

Kuasa hukum korban, Sigit mengatakan, pelaku sejak tanggal 7 Januari sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku sudah pernah dipanggil polisi untuk dimintai  keterangan sebagai saksi, namun tak hadir.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait