facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hingga 2021, BPS Sebut Jumlah Penduduk Miskin di Jateng Turun 175 Ribu Orang

Budi Arista Romadhoni Selasa, 18 Januari 2022 | 06:25 WIB

Hingga 2021, BPS Sebut Jumlah Penduduk Miskin di Jateng Turun 175 Ribu Orang
Ilustrasi penduduk miskin. BPS Jawa Tengah menyatakan akhir tahun 2021, jumlah penduduk miskin di jateng mengalami penurunan. [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/Spt]

BPS Jawa Tengah menyatakan akhir tahun 2021, jumlah penduduk miskin di jateng mengalami penurunan

SuaraJawaTengah.id - Sejumlah program penurunan kemiskinan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng membuahkan hasil. Jumlah penduduk miskin turun hingga 175.740 orang.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng menyatakan Pada Maret 2021, jumlah penduduk miskin Jateng sebesar 4,11 juta orang. Namun pada September 2021, jumlahnya menurun menjadi 3,93 juta orang.

Secara persentase, kemiskinan Jateng pada September kini di angka 11,25 persen. Turun 0,54 persen dibanding 11,79 persen pada Maret 2021

"Ada penurunan 175,740 orang," kata Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Adhi Wiriana, dalam rilis lndeks Kemiskinan dan Ketimpangan Pengeluaran Penduduk BPS Jawa Tengah 2021 Senin (17/1/2022).

Baca Juga: Himpun Zakat hingga Rp57 Miliar, Gubernur Jateng Terima Penghargaan dari BAZNAS

Jika dihitung sejak periode September 2020 hingga September 2021. Angka penurunan kemiskinan menjadi lebih besar. Yakni turun dari 4,12 juta orang menjadi 3,93 juta orang. Atau turun 185.920 orang.

BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi Jateng naik 2,56 persen (year to year) selama triwulan tiga 2020 terhadap triwulan III tahun 2021.

Selain kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pun mengalami penurunan dari 6,48 persen pada Agustus 2020 menjadi 5,95 persen pada Agustus 2021.

Salah satu faktor penurunan kemiskinan dan pengangguran ini menurut Adhi adalah beragam program bantuan dari pemerintah.

"Bantuan sosial dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat membantu penduduk di masa pandemi, terutama penduduk pada lapisan bawah," katanya.

Baca Juga: Kapolda Jateng Tegaskan 2022 Tahun Toleransi, Jaga Persatuan hingga Cegah Konflik

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, Pemprov Jateng terus menggenjot penurunan kemiskinan. Terutama di lima daerah yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Yakni Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Pemalang dan Brebes.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait