Harga Cabai Rawit Setan di Magelang Amblek, Petani: Aneh, Padahal Musim Susah Panen

Harga cabai pada tingkat petani di kawasan lereng Gunung Merapi dan Merbabu turun. Padahal jumlah panen berkurang akibat cuaca buruk

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 12 Maret 2022 | 16:14 WIB
Harga Cabai Rawit Setan di Magelang Amblek, Petani: Aneh, Padahal Musim Susah Panen
Petani cabai di Desa Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang mengeluhkan harga jual cabai rawit merah yang anjlok. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Pupuk Organik Petroganik yang disubsidi pemerintah dari semula seharga Rp20 ribu sekarang menjadi Rp35 ribu. Pupuk Phonska yang juga termasuk pupuk bersubsidi sekarang harganya tembus sekitar Rp250 ribu per 50 kilogram dari semula berkisar Rp100 ribu.

Padahal modal untuk pupuk dan obat-obatan menghabiskan separo dari total biaya produksi tanaman cabai.

“Per 1.000 meter persegi lahan, modal dari awal ketika menyiapkan lahan, pupuk, benih, sampai panen itu sekitar Rp8 juta. Untuk pupuk hampir separonya. Dari pemupukan pertama, kocor, sama obat-obatan itu sekitar Rp4 juta,” kata Nanang.  

Diperkirakan dari awal tanam sampai akhir panen cabai di lahan seluas 1.000 m2 membutuhkan pupuk NPK Mutiara sebanyak 4 sak (ukuran 50 kg). Tidak semua kebutuhan pupuk bisa dibeli di Koperasi Unit Desa (KUD) karena keterbatasan kuota.

Baca Juga:Mahal di Pasaran, Cabai Rusak di Ladang

Nanang mengaku membutuhkan 100 sak pupuk NPK Mutiara dan Petroganik untuk keseluruhan lahan miliknya. Padahal kuota menggunakan kartu tani yang dia miliki hanya cukup untuk menebus 40 sak pupuk.     

“Beli partai kartu itu kan dibatasi. Saya cuma boleh beli 40 sak padahal kebutuhan untuk semuanya hampir 100 sak. Saya untuk memenuhi kebutuhan yang 60 sak pas macul itu kan beli dari luar KUD, itu per saknya jadi Rp40 ribu.”

Membengkaknya biaya produksi akibat kenaikan harga pupuk disertai harga jual cabai yang rendah, dikhawatirkan menyebabkan banyak petani bangkrut. Kebanyakan petani terbelit utang karena modal usaha didapat dari meminjam ke bank.

“Makanya saya heran kok pemerintah tidak melakukan monitoring soal ini (kenaikan harga pupuk). Kenaikannya luar biasa. Semua merek pupuk entah itu subsidi atau tidak, kenaikannya hampir 100 persen. Padahal waktu harga cabai naik, petani diintimidasi. Terus ada impor dan sebagainya,” pungkas Nanang.

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

Baca Juga:Jangan Kaget jika Belanja ke Pasar, Sejumlah Komoditas Pangan Ini Harganya Naik Drastis

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak