Cerita Pemburu Kroto di Semarang: Berjibaku Susuri Hutan, Harganya Lebih Mahal dari Beras Satu Karung

Keluar masuk ladang dan hutan dengan medan ekstrem tentunya jadi tantangan tersendiri.

Ronald Seger Prabowo
Rabu, 16 Maret 2022 | 12:15 WIB
Cerita Pemburu Kroto di Semarang: Berjibaku Susuri Hutan, Harganya Lebih Mahal dari Beras Satu Karung
Joko dan Didik saat berburu kroto di hutan yang ada di wilayah Gunupati, Kota Semarang, Sabtu (12/03/22). [dok]

SuaraJawaTengah.id - Telur semut rangrang atau sering disebut kroto yang ada di alam jadi buruan di tengah musim hujan.

Hal itu lantaran sarang semut rangrang tak banyak ditemui kala musim hujan, kondisi tersebut membuat para pemburu kroto harus berjibaku menyusuri hutan maupun ladang untuk mendapatkan kroto.

Seperti yang dilakukan para pemuda asal Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Keluar masuk ladang dan hutan dengan medan ekstrem tentunya jadi tantangan tersendiri untuk mereka.

Kali ini hutan yang ada di kawasan Gunungpati Kota Semarang manjadi sasaran para pemburu kroto. Satu persatu pohon mereka cek, untuk memastikan ada sarang semut rangrang atau tidak.

Baca Juga:Sempat Terjadi Karhutla di Jalan Aloe Vera Pontianak, Tim Pemadam Berjibaku Padamkan Api Siang Hingga Petang

Berbekal bambu panjang yang ujungnya dipasang jaring berbentuk corong, para pemuda tersebut mencari buruannya dan menembus rimbunnya pepohonan.

Saat melihat sarang semut rangrang, secara sigap para pemburu kroto tersebut mengecek sarang menggunakan bambu yang sudah dibawa.

Jika terdapat koloni semut pada sarang yang mereka temui, ujung bambu langsung diarahkan untuk membuat lubang pada sarang.

Jaring yang sudah terpasang pun langsung dipenuhi telur semut rangrang yang berwarna putih. Kemudian kroto diturunkan dari jaring dan dipilah untuk dimasukkan ke wadah yang mereka siapkan.

Menurut Didik (28) salah satu pemburu kroto, kegiatan memburu kroto di tengah musim hujan bisa berlangsung dari pagi sampai sore hari.

Baca Juga:Jokowi Pose Bak Anak Senja Saat Sunrise di Titik Nol IKN, Publik: Gak Sayang Hutan Ditebang?

"Ya karena susah dicari, apalagi musim hujan seperti sekarang jadi tak jarang bisa seharian mencari kroto," ungkapnya saat berbincang dengan Suarajawatengah.id, Sabtu (12/03/22).

Karena langka, Didik menjelaskan harga 1 kilogram kroto di tengah musim hujan melebihi harga beras sekarung.

“Satu kilogram kroto harganya bisa Rp400 ribu, namun sangat susah mencari kroto sampai 1 kilogram, karena sudah jarang sarangnya," paparnya.

Didik mengatakan, sepekan sekali mereka berburu, dan bisa membawa pulang 0,5 kilogram kroto dalam sekali perburuan.

“Tantangannya hanya medan yang dilalui, karena naik turun bukit. Selain itu jika musim hujan semut rangrang jarang menetapkan di satu pohon," ucapnya.

Terpisah Joko (35) yang ikut berburu kroto mengatakan, kroto alam memang jadi andalan untuk pakan burung kicau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak