Ibu Gorok Anak di Brebes Jalani Pemeriksaan Kejiwaan, Ternyata Ada Tekanan Ekonomi, Usahanya Bangkut Gara-gara Pandemi

Pelaku pembunuhan terhadap anak kandungnya sendiri di Kabupaten Brebes dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kejiwaaan, ternyata ada tekanan ekonomi

Budi Arista Romadhoni
Senin, 21 Maret 2022 | 17:13 WIB
Ibu Gorok Anak di Brebes Jalani Pemeriksaan Kejiwaan, Ternyata Ada Tekanan Ekonomi, Usahanya Bangkut Gara-gara Pandemi
Dokter spesialis jiwa RSUD dr Soeselo, Kabupaten Tegal yang menangani pelaku pembunuhan anak kandung di Brebes. [Suara.com/F Firdaus]

SuaraJawaTengah.id - Kanti Utami (40), pelaku pembunuhan terhadap anak kandungnya sendiri di Kabupaten Brebes dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kejiwaaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dokter, ibu muda itu diduga mengalami tekanan ekonomi.

Pemeriksaan kejiwaan tersebut dilakukan di RSUD dr Soeselo‎, Kabupaten Tegal. Kanti Utami dibawa kepolisian ke rumah sakit pemda itu pada Minggu (20/3/2022) malam.

‎"Pasien terduga pelaku pembunuhan di Brebes saat ini memang dirawat di RSUD dr Soeselo. Pasien masuk semalam sekitar pukul 19.00 WIB. Saat ini masih dirawat‎," kata dokter spesialis jiwa RSUD dr Soeselo, Glorio Immanuel, Senin (21/3/2022).

‎Glorio menjelaskan, selama dirawat inap, Kanti akan menjalani serangkaian pemeriksaan, yakni pemeriksaan psikiatri, profil kepribadian, dan kecerdasan.

Baca Juga:Tega! Ibu Gorok Anak Kandung Sendiri, Satu Tewas Dua Selamat

"Itu belum kita lakukan semua. Baru tahap bagaimana kita mendekati pasien agar mau bercerita apa adanya‎," jelasnya.

‎Menurut Glorio, Kanti bisa menjawab dengan baik saat ditanya. Namun ada sejumlah pertanyaan tertentu yang dia enggan menjawab dengan alasan sudah lelah ditanya pertanyaan-pertanyaan tersebut.

‎"Jadi kami‎ lebih ke arah mengenal watak atau kepribadian, latar belakang hidupnya, latar belakang keluarganya. Belum masuk ke kejadiannya," katanya.

‎Glorio menyebut dari pemeriksaan awal, Kanti mengaku sudah mengalami tekanan selama sekitar enam bulan karena faktor ekonomi. "Jadi pasien mengaku sejak corona usahanya bangkrut‎," ungkapnya.

Menurut dia, pemeriksaan terhadap Kanti paling‎ cepat akan selesai dalam waktu tiga hari. Pemeriksaan dilakukan oleh tim dokter. "Nanti hasilnya kami serahkan ke kepolisian‎," tandasnya.

Baca Juga:SADIS Ibu Gorok Leher 3 Anak di Brebes, 2 Masih Hidup, 1 Tewas

Seperti diberitakan, Kanti Utami nekat menggorok tiga anak kandungnya ‎pada Minggu (20/3/2022). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB di Dukuh Sokawera, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Brebes. 

Kanti diduga menggorok tiga anak kandungnya, ATR (7) KSZ (10), dan E (5) menggunakan pisau di kamar rumahnya. Salah satu di antaranya yakni ATR yang merupakan anak kedua pelaku tewas dengan luka di leher. Sedangkan dua anak lainnya mengalami luka-luka.

Kanti sendiri langsung‎ ditangkap polisi usai kejadian menggemparkan tersebut. Adapun dua anaknya yang berhasil diselamatkan harus dirawat di rumah sakit.

Kontributor : F Firdaus

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak