Beranjak dewasa karakter monyet dominan posesif pada satu pemilik (one man). Monyet dewasa cenderung menyerang orang lain yang berada dekat dari tuannya.
Perubahan itu menyebabkan pemilik kewalahan sehingga memilih menjual atau menelantarkan monyet peliharaan. “Kalau memang pecinta binatang dan niat beli, ya dipelihara sampai mati.”
Dari 23 monyet ekor panjang penghuni penampungan Zona Satwa, 16 diantaranya berasal dari hibah dan rescue. Pemilik yang bosan atau kehabisan tempat pemeliharaan biasanya menyerahkannya ke penampugan.
Monyet hasil tangkapan juga banyak yang berasal dari lepasan para pemilik bermasalah. Tak jarang monyet masuk shelter dalam kondisi luka parah akibat dianiaya pemiliknya.
Baca Juga:Shio Hari Ini, Sabtu 26 Maret 2022: Jangan Lupa Menepati Janji, Monyet!
Merawat Monyet Telantar
Salah satunya Giant. Monyet jantan ini diselamatkan dari daerah Blondo, Kecamamatan Mungkid, Magelang dalam keadaan mata lebam dan ekor patah.
Menurut para tetangga, Giant dihajar sang majikan hingga pingsan. Begitu siuman, terpincang-pincang Giant masuk ke kebun dan menangis.
Para tetangga yang iba melihat kondisi Giant, menghubungi Pietra untuk menolong.
“Saya datang, lihat monyet itu. Posisi mata lebam, saya kira ketembak. Saya cari dia masuk ke semak-semak nggak ketemu.”
Baca Juga:Awalnya Anak Angkat, Setelah Dewasa Perempuan Ini Malah Dijadikan Istri, Tuai Perdebatan Warganet
Beberapa hari kemudian, Pietra kembali mendapat panggilan dari lokasi yang sama. Kali ini pemilik Giant yang meminta pertolongan.
Rupanya setelah pulih Giant balik menyerang. Setiap malam dia menyelinap masuk rumah dan menyerang tuannya. Empat hari orang ini tidak bisa tidur. Diteror oleh monyet sendiri yang melancarkan balas dendam.
“Jadi tiap malam kalau yang punya itu tidur, dia masuk ke rumah. Gigit. Sampai orangnya itu 4 hari nggak tidur. Kaki itu penuh luka gigitan. Dia kena teror monyetnya sendiri. Karakter monyet bisa seperti itu. Bisa jadi pendendam,” kata Pietra.
Karakter monyet kata Pietra sangat tergantung pada cara pemeliharaan. Monyet yang kagol akibat dipukul atau dibiarkan kelaparan cenderung agresif dan menyerang.
Beberapa kali Pietra dan Asri terpaksa tergopoh-gopoh menyelamatkan monyet yang diancam akan ditembak mati oleh pemiliknya. Monyet terbuang itu kemudian ditampung dan dirawat di Zona Satwa.
“Saya ini bukan orang mampu. Hidup apa adanya kayak gini. Tapi kalau saya makan, hewan-hewan saya juga harus makan. Kalau uang mepet cuma cukup untuk hewan, ya kami utamakan hewan,” ujar Pietra.