Pietra mengutamakan memberi buah untuk makan para monyet. Tapi jika kondisi keungan sedang seret, dia menyiasati memberi asupan sayuran dan pucuk daun.
Di alam liar monyet ekor panjang banyak memakan daun, bunga dan tunas (33,7 persen). Selebihnya monyet mengonsumi buah (25,7 persen), rumput (9,2 persen), dan serangga (14,7 persen).
“Kalau pas ada uang kita belikan makanan semua. Tapi kalau pas nggak ada uang, kita lihat di hutan itu monyet makan pucuk daun dan biji-bijian. Saya pelajari, berarti mereka aman makan sayuran.”
Pietra dan Asri biasanya mencari rompesan sayuran yang masih layak makan di pasar. Pedagang sayuran yang sudah hafal kegiatan mereka biasanya memberi sayuran cuma-cuma.
Baca Juga:Shio Hari Ini, Sabtu 26 Maret 2022: Jangan Lupa Menepati Janji, Monyet!
“Sayur rompesan itu kita minta. Kalau minta dibayar ya kita beli. Tapi kalau dikasih ya kami terima. Kadang juga dapat buah afkir,” kata Asri.
Makanan untuk para monyet harus didahulukan karena mereka tidak bisa bebas mencari makan. Semua monyet di penampungan Zona Satwa ditempatkan dalam kandang atau dirantai.
“Buah pepaya itu paling cuma seberapa ya. Nanti saya potong sampai ukurannya sama semua. Nggak yang besar, nggak yang kecil. Manusia atau monyet, pokoknya semua harus kebagian makan,” ujar Asri tergelak.
Bertambahnya populasi monyet ekor panjang di shelter Zona Satwa membuat Pietra mulai berpikir untuk melepas mereka ke alam. Tapi melepas monyet ke alam tidak sesederhana melepas reptil misalnya.
Di alam bebas monyet ekor panjang hidup dalam koloni yang rata-rata berisi 2-4 ekor jantan dewasa dan 16 betina dewasa. Koloni besar monyet di kawasan Jurang Jero, wilayah Taman Nasional Gunung Merapi bahkan ada yang mencapai 200 ekor.
Baca Juga:Awalnya Anak Angkat, Setelah Dewasa Perempuan Ini Malah Dijadikan Istri, Tuai Perdebatan Warganet
Monyet yang dilepas sendirian di wilayah koloni, kemungkinan besar akan mati dibunuh oleh kawanan. Di sekitar Magelang terdapat 2 koloni besar monyet ekor panjang di kawasan Gunung Merapi dan Gunung Tidar.
“Kita harus bikin koloni baru. Koloni monyet paling idak diatas 20 ekor. Setelah mendapat koloni yang tepat, kita bawa ke suatu tempat baru kita lepas.”
Pietra mengenali ada 4 ekor monyet jantan di shelter yang berpotesi dijadikan pemimpin koloni (alfa). Ciri monyet alfa biasanya dominan terhadap betina serta memiliki fisik kuat sehingga mampu melindungi kawanan.
Pietra berharap jika waktunya tiba nanti, para monyet alfa: Giant, Simon, Sape, dan Mocu mampu memimpin kawanan para mantan penghuni shelter memulai hidup baru di alam bebas.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi