"Mau hoax mau bener, apa iya hari gini ada yang gratis? Apa ada orang mati-matian ngeBuzzerRP gak dibayar? Dapur gak bisa ngebul pakai terima kasih," ungkap akun @dimasprem**.
"Screenshot tahun 2018 nongol lagi.Gak ada yang baru ya," imbuh akun @Trisiyo**.
"Katanya pinter masak fake chat aja percaya mbak, piye toh. Kalau pun ada tim buzzer gak mungkin bececeran pamerin begituan. Apalagi facebook yang notabene tema-teman sendiri yang baca. Buzzer dibayar istana itu ada untuk kampanye program. Kalau melawan oplosan kami berjuang sendiri demi RI," sahut akun @suna**.
"Mending dihapus cuitannya kak @SisiwittFrida. Sudah dewasa, sudah mampu memilah, mana yang layak di share dan mana yang kaga layak," timpal akun @AyamSeg**.
Baca Juga:Asal Muasal Label Kadrun, Ternyata Sosok Ini Penciptanya hingga Viral
Arti Buzzer
Dilansir dari Suara.com, dalam terjemahan langsung, buzzer juga dikenal sebagai pendengung. Buzzer adalah orang atau sekelompok orang yang bergerak secara terorganisir di dunia maya, untuk menyuarakan satu pendapat yang sama atau senada, dengan maksud mempengaruhi opini publik secara luas.
Meski sebenarnya buzzer juga bisa saja seorang individu yang ‘bergerak’ secara mandiri. Namun istilah buzzer ini banyak melekat pada akun-akun yang bergerak kolektif ketika menanggapi atau menyuarakan isu tertentu.
Meski demikian, sebenarnya buzzer sendiri awalnya banyak digunakan dalam praktek pemasaran digital. Tujuannya sederhana, untuk mempromosikan satu produk atau jasa tertentu agar masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan paparan informasi dan mengenal atau membeli produk atau jasa tersebut.
Pergeseran besar pada peran buzzer ditengarai terjadi pada medio tahun 2019. Dimana saat itu suasana politik tengah memanas dan berbagai gerakan di dunia maya semakin aktif.
Buzzer kemudian dijadikan sebutan orang-orang yang memiliki pandangan dan opini serupa, dan bertujuan menggiring opini masyarakat luas sesuai dengan agendanya.