facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Duh, Tiga Ekor Sapi Perah Terindikasi Memiliki Penyakit Mulut dan Kaki di Pasar Hewan Ajibarang Banyumas

Budi Arista Romadhoni Rabu, 11 Mei 2022 | 13:16 WIB

Duh, Tiga Ekor Sapi Perah Terindikasi Memiliki Penyakit Mulut dan Kaki di Pasar Hewan Ajibarang Banyumas
Sapi yang terindikasi terjangkit penyakit mulut dan kuku di Pasar Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Rabu (11/5/2022). [Istimewa]

Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan sapi telah masuk ke wilayah Kabupaten Banyumas

SuaraJawaTengah.id - Setelah ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia, penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan sapi telah masuk ke wilayah Kabupaten Banyumas. Pagi ini, tim dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Dinkannak) Banyumas melakukan pemeriksaan di Pasar Hewan Ajibarang.

Hasilnya ada tiga ekor sapi yang terindikasi terjangkit PMK. Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas Jan Aririjadi menjelaskan temuan tersebut setelah adanya pemeriksaan fisik pada hewan sapi.

"Kami memeriksa utamanya fisik, apakah ada gejala penyakit mulut dan kuku atau ga. Itu cirinya pada kaki yang luka ataupun di mulut. Kemudian pada hari ini kita menemukan ada tiga yang terindikasi penyakit mulut dan kuku yaitu pada sapi perah," katanya usai pemeriksaan, Rabu (11/5/2022).

Gejalanya, dapat dilihat dari sapi yang kakinya pincang, kuku yang akan lepas dan juga terdapat bercak di mulut. Selain itu, puting susu sapi terdapat luka. Serta sapi tersebut menderita demam.

Baca Juga: Puluhan Sapi di Lombok Tengah Sakit Diduga Terkena Virus, Alami Gejala Mirip PMK, Apakah Berbahaya Bagi Manusia?

"Pada waktu pemeriksaan suhu tubuh ternyata sampai 42 derajat celcius. Normalnya sapi itu 38-39 derajat celcius. Kalau sekadar hanya kepanasan paling mentok 39. Kalau 41 ke atas itu sudah dipastikan demam," terangnya.

Setelah pemeriksaan ini, pihak Dinkannak mengambil sampel darah sapi yang terindikasi PMK untuk dikirimkan ke Balai Besar Veteriner yang ada di Wates. Hasilnya harus menunggu waktu yang tidak sebentar.

"Untuk memastikan secara laboratorium. Apakah sapi itu terkana penyakit mulut dan kuku atau ga. Kami perlu waktu agak lama karena sampel di sana banyak sekali. Antri, jadi harus bersabar. Kami sarankan kepada pemilik sapi yang sakit ini untuk disendirikan. Kalau bisa diobati kalau ga ya dipotong saja untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit," ungkapnya.

Terkait dengan kurang dari tiga bulan perayaan hari raya Idul Adha yang identik dengan hewan kurban, tim dari Dinkannak Banyumas akan melakukan sejumlah langkah antisipasi.

"Kami sudah melakukan penyemprotan baik itu truk yang membawa sapi maupun sapi yang di dalam pasar hewan. Kedepannya kami lebih awal datangnya sebelum sapi datang kamu berusaha sudah datang untuk menyemprot disinfektan. Jadi sapi yang masuk sudah melalui penyemprotan," jelasnya.

Baca Juga: Puluhan Ekor Sapi di Lombok Tengah Terjangkit Virus, Gejalanya Seperti Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

Jan Arijadi belum bisa menduga asal tiga ekor sapi yang terindikasi PMK ini darimana. Karena di daerah Jateng pun menurutnya sudah banyak yang positif seperti di Kebumen dan Boyolali.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait