Api Merapen dan Tirta Umbul Jumprit Disatukan di Mendut, Jadilah Suci dan Penerang Jelang Perayaan Waisak

Air suci dari Umbul Jumprit dipertemukan dengan api abadi Mrapen di Candi Mendut, Magelang, Minggu (15/5/2022)

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 15 Mei 2022 | 17:11 WIB
Api Merapen dan Tirta Umbul Jumprit Disatukan di Mendut, Jadilah Suci dan Penerang Jelang Perayaan Waisak
Biksu melakukan pradaksina atau meditasi sambil berjalan mengelilingi Candi Mendut, Minggu (15/4/2022). [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Besok api abadi Merapen dan air suci Umbul Jumprit akan dikirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Api abadi dan air suci akan disandingkan di altar utama perayaan Waisak di Candi Borobudur.

Prosesi penerimaan air suci Umbul Jumprit di Candi Mendut hari ini disertai meditasi pradaksina. Ajaran Buddha mengenal 2 jenis meditasi: meditasi diam dan bergerak.

Meditasi diam biasanya dilakukan dengan cara duduk diam dan berkonsentrasi. Sedangkan meditasi bergerak bisa dilakukan sambil beraktivitas.    

Ritual kirab dari Candi Mendut ke Borobudur besok juga salah satu laku meditasi gerak atau pradaksina. “Salah satu bentuk meditasi dengan melakukan jalan kaki. Tetapi pikiran fokus kepada aktivitas jalan kaki tersebut. Jadi meditasi sambil berjalan.”

Baca Juga:Seluruh Layanan SIM di Jabodetabek Tutup Selama Libur Waisak, Senin Besok

Pradaksina tidak selalu identik dengan berjalan mengelilingi candi. Meditasi pradaksina bisa dilakukan di tempat-tempat terbuka lainnya. “Yang penting antara aktivitas pikiran, hati, disaat kaki melangkah itulah yang menjadi tujuan kita,” ujar YM Bhiksu Samanta Kusala Mahasthavira.

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini