Kasus PMK di Banjarnegara Meningkat, Hewan Ternak Disembelih Paksa

Upaya ini dilakukan menyusul ditemukannya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Banjarnegara.

Ronald Seger Prabowo
Rabu, 18 Mei 2022 | 16:12 WIB
Kasus PMK di Banjarnegara Meningkat, Hewan Ternak Disembelih Paksa
Sejumlah sapi di Banjarnegara terjangkit PMK. [Suara.com/Citra Ningsih]

SuaraJawaTengah.id - Kasus PMK di Banjarnegara makin meningkat. Sebanyak 9 pasar hewan ditutup hingga hewan ternak disembelih paksa.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menutup semua pasar hewan yang ada di Banjarnegara mulai Senin (16/5/2022) lalu hingga 2x14 hari mendatang.

Upaya ini dilakukan menyusul ditemukannya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Banjarnegara. 

Penutupan pasar dilakukan setelah ditemukan kasus PMK yang menyerang hewan ternak di Banjarnegara.

Baca Juga:Ini Isi Surat Edaran Pemkot Bekasi untuk Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku Hewan

“Ini untuk meminimalisir penularan penyakit PMK di Banjarnegara. Hal ini mengingat saat ini sudah ditemukan kasus PMK pada hewan ternak sapi di Banjarnegara,” ungkap Plh Bupati Banjarnegara, Syamsudin, Rabu (18/5/2022). 

Sebelumnya Syamsudin menyebut, berdasarkan data sementara dari pemeriksaan di dua kecamatan di Banjarnegara terdapat 14 ekor sapi positif terjangkit PMK.

Saat ini, data tersebut sudah mengalami kenaikan menjadi 26 kasus per Rabu (18/5/2022).

Sedangkan sebanyak 126 ekor sapi lainnya sudah terindikasi atau suspek PMK.

“Ada 14 ekor sapi yang positif terjangkit PMK di dua kecamatan. Yakni di Kecamatan Banjarnegara dan Wanadadi. Hasilnya sudah keluar. Sedangkan masih ada 126 ekor sapi yang suspek, dan hasil pemeriksaan belum keluar,” sebutnya.

Baca Juga:Antisipasi Penyebaran PMK, 2 Pasar Ternak di Daerah Ini Ditutup

Dengan penutupan pasar hewan sementara ini, banyak peternak yang mengeluh karena kesulitan menjual sapi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini