Heboh Ledakan di Banyumas Tewaskan Satu Orang, Korban Dikenal Sebagai Penjual Lampu Lewat Marketplace

Warga selama ini tidak mengerti jika di dalam rumahnya menyimpan bahan petasan.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 14 Juni 2022 | 21:09 WIB
Heboh Ledakan di Banyumas Tewaskan Satu Orang, Korban Dikenal Sebagai Penjual Lampu Lewat Marketplace
Petugas Brimob bersenjata lengkap mengamankan lokasi kejadian rumah yang terdampak ledakan di Desa Randegan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Selasa (14/6/2022). [Suara.com/Anang Firmansyah]

SuaraJawaTengah.id - Peristiwa ledakan yang terjadi di Grumbul Leler, Desa Randegan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas menggemparkan warga sekitar. Dalam kejadian tersebut satu orang meninggal dunia atas nama Bustomi (27).

Warga selama ini tidak mengerti jika di dalam rumahnya menyimpan bahan petasan. Pasalnya Tomi dikenal sebagai penjual lampu melalui marketplace.

Hal ini dikuatkan dengan kesaksian Ketua RT 4/1, Sutopo yang kebetulan rumahnya berseberangan hanya terpisah jalan desa.

"Dia keseharian jualan lampu lewat online. Saya tidak mengerti Tomi ini membuat petasan atau apa," katanya saat ditemui, Selasa (14/6/2022).

Baca Juga:Brimob Gadungan Bikin Resah Warga di Deli Serdang Ditangkap, Lihat Nih Tampangnya

Sutopo kerap mendengar ada suara bising yang bersumber dari dalam rumah Tomi. Ia mengira suara tersebut bersumber dari suara potongan paralon bahan untuk membuat lampu.

"Tiap hari dia motongin paralon buat lampu. Produksi sendiri memang. Sudah ada setahunan," jelasnya.

Sepengetahuan Kadus 1 desa setempat, Umiyati, Tomi juga tidak pernah menjual belikan petasan. Dirinya tidak mengetahui persis jika terdapat bahan petasan di kediaman Tomi.

"Setahu saya itu dia tidak menjual petasan. Tahunya ya jual beli online lampu. Mungkin barangkali itu untuk bikin lampunya. Kalau untuk rakitan yang lain tidak tahu," terangnya.

Awal mula kejadian, Umiyati mengira sumber ledakan berasal dari ban truk yang meletus. Karena warga sekitar kerap mendengar suara ledakan dari jalan raya yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari jalan provinsi.

Baca Juga:Resmi Komandan Korps Brimob Polri Dijabat Jenderal Bintang Tiga

"Biasa saja lah awalnya dengar suara ledakan seperti itu. Karena sering dengar ledakan dari jalan raya. Biasanya ban truk. Kalau tidak ban truk ya warga biasanya mengira suara dari kecelakaan di jalan raya," tuturnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini